Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
demonstrasi sempurna mengenai cara orang Amerika bertingkahlaku, menepuk bagian belakang seseorang sambil berkata. “Mari ke kota” sambil memandang dari atas (kepala Anda lebih tinggi di atas kepala orang lain merupakan sikap yang tak masuk akal bagi seorang Jawa). Dalam kenyataannya, peniruan itu begitu baik sehingga saya salah mengerti dan tak menangkap maksudnya, mengiyakan bahwa memang begitulah cara bertingkahlaku orang Amerika. Ia tampak terkejut dan kemudian berkata, bergumam, “Begitulah, kalau Anda sudah lama sekali mengenal seseorang”. Agar hal ini tidak dianggap sebagai interpretasi atas pandangan satu sekte saja, berikut ini saya kutip sebuah percakapan dengan seorang polisi yang walaupun seorang priyayi, samasekali tidak tinggi penge- tahuannya dalam hal mistik yang menunjukkan secara lebih tajam, kesatuan etiket dengan kompleks keragamaan priyayi lainnya: Polisi itu yang semula datang dari Surakarta, tetapi sudah lama sekali tinggal di sini, memberitahu saya tentang berbagai tingkat bahasa Jawa dan mengatakan bahwa ini sangat penting bagi orang Jawa. Bahasa formal, seni Jawa serta sopan santun, katanya, adalah satu kesatuan. Setiap orang memiliki modal rasa yang merupakan kekayaannya yang sejati dan yang membuat lancar hubungan antar-orang serta untuk perdamaian di antara mereka dan dalam diri sendiri. Jadi, katanya, sebelum saya (etnografer) datang ke sini, ke Indonesia, saya merasa di dalam diri saya bahwa saya akan berusaha menjadi seperti orang Indonesia dan tidak mencoba merasa lebih tinggi daripada mereka serta berusaha mengenal mereka: maka ketika saya tiba di sini, segala sesuatu berjalan lancar dan saya merasa tenteram di hati. “Susunan emosional” inilah yang disebut modal rasa dan hal itu sangat penting. Etiket, bahasa dan seni, seperti orkes gamelan serta wayang, semuanya dimaksudkan untuk membangun timbunan modal rasa di dalam individu. Ada empat prinsip pokok yang menjiwai etiket priyayi: bentuk yang tepat untuk pangkat yang tepat, ketidaklangsungan, kepura-puraan dan menghindari tiap perbuatan yang menunjukkan kekacauan atau kurangnya pengendalian-diri. Dalam bentuk yang tepat untuk pangkat yang tepat, terdapat soal yang sangat penting mengenai pilihan bentuk linguistik yang harus dilakukan segera, tetapi termasuk juga di dalamnya pola andap-asor. Andap-asor berarti merendahkan diri sendiri dengan sopan dan merupakan kelakuan yang benar, yang harus ditunjukkan kepada setiap orang yang kira-kira sederajat atau lebih tinggi. Selalu ada