Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 393
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 393 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Ia (seorang dalang yang tinggal di luar Mojokuto) berkata bahwa dalam wayang, pola yang sama terjadi berulang-ulang. Pertama, orang saling bertemu, lalu mereka berbicara, kemudian mereka berpisah, lalu berbicara lagi dan berperang. la mengatakan bahwa halnya sama saja dengan sekarang. Kalau dua negara tidak bisa bergaul dengan baik satu sama lain, mereka berunding. Kemudian perundingan gagal dan mereka berperang. Ia mengatakan bahwa wayang juga mempunyai arti sekarang ini. Apa yang harus dilakukan orang adalah berbicara dan berbicara: lambatlaun orang akan menemukan kesepakatan (cocog), lalu perdamaian pun tercapai. Sebaliknya, kalau perundingan gagal, maka akan tumbuhlah pertempuran. Katanya: “Begitulah pula halnya dengan orang sekarang. Kalau Anda datang kepada saya untuk belajar, kita berbicara satu sama lain, lambatlaun mulai cocog dan sejenak kemudian saya belajar dari Anda mengenai seni Amerika serta Anda belajar dari saya mengenai seni Jawa". Sebuah contoh cerita dicantumkan di bawah dalam bentuk yang didiktekan kepada saya oleh dalang Mojokuto ini dan dalam bentuk yang dipelajarinya: Perkawinan Angkawijaya ADEGAN (bab) I. Hadir (j8jer—secara harfiah berarti “berdiri”) di kerajaan nDarawati: Raja Kresna, anaknya, Pangeran Samba, saudara iparnya, Pangeran Pencaki dan berbagai penghuni istana. Topik diskusi (ingkang dipun rembag) Permintaan Pangeran Arjuna dari Amarta untuk melamar putri Raja Kresna, Siti Sundali. Kresna sepakat dengan syarat Pangeran Arjuna memberi hadiah kepada pengantin putri itu dua pelayan perempuan yang kembar. Kunjungan (kasowan): Perdana Menteri Astina. Ia juga melamar putri Kresna dan diberitahu juga untuk menyediakan dua orang pelayan perempuan yang kembar. ADEGAN 1I: Hadir di tempat pertapaan, Kembangsore: Pendeta Sempati dengan murid-muridnya. Kunjungan: Cucu perempuannya, Pregiwa dan Pregiwati, yang merupakan saudara kembar. Mereka mengatakan ingin mencari ayahnya. Sempati menyarankan mereka untuk pergi ke Amarta dan mencari Pangeran Arjuna. Mereka pergi. 'Sang Pendeta memerintahkan murid-muridnya untuk mengikuti kedua gadis itu dan mengawasi mereka.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 393 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi