Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 403
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 403 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

kewajiban feodal untuk berperang serta belaskasih kepada sesama manusia diselesaikan dengan jalan memproyeksikan baik kewajiban maupun belaskasih dengan latarbelakang Tuhan yang selalu hadir dan meliputi segala. Konflik itu ditransformasikan menjadi konflik antara keperluan naluriah yang kasar untuk mempertahankan hidup melawan idaman kesopanan dari rasa beradab yang pada gilirannya dipecahkan dengan memproyeksikan baik perasaan kasar maupun alus dengan latarbelakang “perasaan-makna" tertinggi atau rasa yang meliputi segala. Saya bertanya kepada mereka (suami isteri priyayi, anggota sebuah sekte mistik): “Apa yang Anda pikirkan waktu Anda bersemadi?" Kata mereka, “Kita tidak memikirkan apa-apa. Apa yang kita coba lakukan adalah membersihkan diri dari pikiran apa pun, sehingga kita bisa melakukan hubungan langsung dengan Tuhan. Kita harus memperoleh kekosongan yang sempurna tanpa pikiran: sebuah penglihatan dalam yang murni, jernih dan tenteram”. Saya bertanya, apakah mereka merasa sesuatu ketika ini terjadi: dan mereka mengatakan, “Ya dan tidak. Ada perasaan yang dahsyat, tetapi tidak seperti perasaan biasa dan kita tidak bisa menerangkannya kepada orang lain. Ia sepenuhnya pribadi Dan hasil dari pengertian emosional tertinggi semacam ini adalah sama dengan hasil pengertian yang diperoleh Arjuna dari Kresna —suatu ketenteraman dalam di tengah realitas luar. Saya pergi ke pasar dan membeli beberapa lembar kain dari Pak Lamijan serta isterinya, mengingat ia adalah salah seorang dari 10 guru Sumarah (sebuah sekte mistik). Ia mengatakan bahwa Sumarah berminat mengadakan sebuah sekte mistik agar orang tidak terlalu banyak menaruh perhatian terhadap hal-hal yang duniawi: agar kita tidak terlalu pusing memikirkan urusan hidup sehari-hari. Ia mengatakan bahwa hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Isterinya, katanya, belum mampu melaksanakannya, tetapi dia setuju dengan pendapatnya. Isterinya masih suka naik mobil, tetapi suaminya tak peduli apakah ia naik mobil atau tidak. Hal itu memerlukan pembelajaran dan meditasi yang lama. Misalnya, kita harus berusaha sedemikian rupa sehingga kalau seseorang datang untuk membeli kain, kita tak peduli apakah orang itu jadi membeli atau tidak. Kita tidak boleh membiarkan perasaan kita benar-benar terlibat dalam persoalan dagang, tetapi harus memikirkan Tuhan saja. Ia mengatakan bahwa Sumarah bermaksud memalingkan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 403 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi