Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 412
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 412 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

dengan kenyataan hidup yang kocak. Setelah mempertimbangkan semuanya, persamaan terdekat wayang dengan kesenian Barat tampaknya adalah sandiwara-sandiwara kronik dari Shakespeare. Ketika mempertimbangkan hubungan antara Arjuna dengan Semar, kKita segera teringat pada hubungan yang ada antara Pangeran Hal dan ayah simboliknya, yang juga gemuk, jelek tetapi tak kurang bijaksana- nya. Bahkan bentuk pertunjukan wayang—adegan-adegan formal yang panjang di keraton dengan utusan yang datang dan pergi, diselingi oleh adegan-adegan peralihan yang sangat pendek di hutan atau sepanjang jalan: alur ganda, pelawak yang berbicara dalam bahasa umum yang kasar dan penuh dengan etika duniawi yang praktis, lukisan karikatur tentang bentuk perbuatan orang-orang besar, yang berbicara dalam bahasa tinggi yang penuh dengan penekanan pada kehormatan, keadilan dan kewajiban: perang penghabisan, seperti yang terjadi di Shrewsbury dan Agincourt, membuat pihak yang kalah terpukul, tetapi masih mulia— bahkan bentuk wayang itu sendiri mengingatkan kita pada drama sejarah Shakespeare. Namun, pandangan dunia yang diekspresikan wayang samasekali tidak berdasarkan pandangan 2aman Elisabeth walaupun kelihatannya ada persamaan yang ganjilantara Semar dan teman imbangan Inggrisnya dalam hubungan mereka. Sebagai pelawak, mereka berdiri di dua tradisi berbeda, yang mendominasi serta memotivasi dua panggung yang berbeda. Baik Semar maupun Falstaff memberikan kritik yang agak umum terhadap nilai-nilai yang dikukuhkan oleh drama yang mewadahi mereka. Mereka mengoleskan peringatan bahwa walaupun ada penegasan dengan kebanggaan yang tinggi terhadap sebuah pandangan dunia, tak mungkin ada pandangan dunia manusia yang sempurna. Di balik semua kepura-puraan tentang pengetahuan yang absolut dan tertinggi, rasa untuk irasionalitas kehidupan manusia—karena tidak bisa diwadahi sepenuhnya—tetap saja ada. Apakah Semar, sebagaimana pernah diutarakan, merupakan lambang utama petani atau bukan, sebuah kritik atas nilai-nilai ningrat dipandang dari makna hidup orang desa yang lebih membumi (dan semakin pentingnya peran pelawak dalam bentuk sandiwara yang lebih populer, hingga mengalahkan tokoh utamanya samasekali dan membuat yang terakhir ini lebih sebagai orang-orang dungu yang kelewat terdidik daripada keturunan satria, akan cenderung menyokong pendapat ini). la dalam bentuk manusianya yang kasar, mengingatkan Arjuna yang alus akan asal-usul hewannya yang rendah dan yang terpenting, menolak setiap usaha mengubah manusia menjadi dewa serta mengakhiri ketidaktentuan dunia yang kasar dengan terbang ke ketertiban absolut dunia alus, usaha terakhir untuk menenangkan perjuangan psikologis-metafisis yang abadi.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 412 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi