Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 413
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 413 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Ia mengatakan bahwa dalam cerita itu (saya menceritakan sebuah pertunjukan wayang yang saya lihat dan tak begitu bisa mengikutinya), Siwa turun ke bumi dengan bentuk guru mistik dalam suatu percobaan untuk menyatukan Pandawa dan Kurawa. Ia sebenarnya berhasil dengan baik, tetapi dihalang-halangi Semar: karena Semar sebenarnya adalah seorang dewa walaupun ia tampaknya hanya merupakan seorang pelayan. Arjuna terpesona oleh Siwa dalam penjelmaannya di dunia sebagai guru mistik dan diberitahu, jika ia membunuh Semar, maka Pandawa serta Kurawa akan bisa mengadakan perdamaian serta konflik abadi itu pun akan berakhir. Arjuna tak mau membunuh Semar yang dicintainya, tetapi ia terpana sehingga ia mendatangi Semar dan hampir saja membunuhnya, Semar kemudian berkata, “Beginilah caranya kau memperlakukan aku setelah aku mengiringimu ke mana-mana, melayanimu dan mencintaimu”. Ini adalah bagian yang paling pedih dalam sandiwara itu. Arjuna sangat malu, tetapi ia telah mengucapkan sumpahnya. Semar pun kemudian mengatakan, “Baiklah, saya akan membakar diri”, lalu ia membuat api unggun dan berdiri di atasnya. Akan tetapi, alih-alih mati, ia justru kembali pada bentuk kedewaannya semula dan mengalahkan juru sihir itu. Maka perang antara Kurawa serta Pandawa dimulai lagi. Gamelan: Musik Jawa Sebagai pendukung wayang dalam mengungkapkan nilai-nilai priyayi, orkes gamelan menyajikan ke telinga gambaran tentang kehidupan dalam sebagaimana yang ditampilkan wayang ke mata. Kecuali selingan instrumen gesek bersenar dua yang disebut rebab, gamelan seluruhnya merupakan orkes tabuh, yang bisa terdiri atas sebanyak 50 alat di dalam pagelaran keraton yang sangat besar, tetapi biasanya hanya terdiri atas sekitar selusin alat. Di Mojokuto, orang malah sering menyaksikan sebuah orkestra yang hanya terdiri atas tiga atau empat orang. Saya kenal banyak orang yang hanya memiliki satu atau mungkin dua alat musik yang mereka mainkan sendiri ketika suasana hati lagi cocok,atau berkumpul baik secara teratur maupun tidak, bersama dengan orang lain yang memiliki satu atau dua alat musik untuk membentuk satu orkes kecil. Karena gamelan tidak banyak meminta penyesuaian yang sulit di antara berbagai pemain musik yang berlainan sebagaimana halnya dituntut oleh orkestra Barat, dengan kebebasan yang lebih besar


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 413 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi