Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 442
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 442 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

sendiri berlangsung sesudah topeng itu dikenakan lagi kepadanya, cambuk dilecutkan dan bola hitam kecil digosok di dadanya. Mungkin meragukan bahwa semua keadaan kerasukan itu benar- benar terjadi. Saya pernah menyaksikan seorang penari mengalami dua atau tiga kali kerasukan dalam jangka waktu satu jam. Akan tetapi, para penonton percaya bahwa mereka itu kesurupan dan para pemain mengatakan bahwa mereka memang kesurupan. Ada berbagai tari keliling lain semacam ini. (Kledek dan jaranan tentu saja bisa digabungkan dalam satu rombongan). Satu tarian lain memerankan legenda tua dari masa Hindu Jawa, dimana seekor singa memakan 144 tentara dan kemudian dibunuh oleh putra raja. Singa itu menari. Gadis-gadis yang mengendarai kuda menyerangnya dan satu demi satu dimakannya. (Gadis-gadis terkadang juga menjadi pelaku kerasukan dalam jaranan, walaupun yang lebih lazim adalah laki-laki. Dalam sandiwara ini empat orang gadis dipakai untuk menggambarkan 144 prajurit itu). Akhirnya seorang penari bertopeng yang menggambarkan putra raja menari dengan iringan seruling dan membunuh singa itu. Biasanya tidak ada soal kerasukan dalam yang terakhir ini. Sebagai tambahan, kadang-kadang orang menyaksikan tarian janggrung. Ini secara kasar sama dengan kledek, hanya saja gadis penarinya adalah seorang wadam. Baik klgdk perempuan maupun kledek wadam biasa dituduh merusak moral penduduk desa dan dibenci oleh kaum perempuan desa karena menyeleweng dengan suami mereka. (Jaranan dan gendruwo. sebagaimana bisa dilihat dari uraian di atas, juga mempertunjukkan secara eksplisit unsur-unsur homoseksual bersama-sama dengan tema lisan dan sado-masokis). Rombongan penari keliling—kadang-kadang disebut kelompok amen—hampir semuanya ditonton oleh kalangan abangan. Priyayi menganggapnya kasar serta cabul: dan rombongan-rombongan itu tidak ada niat sedikit pun untuk mendatangi desa-desa santri, dimana mereka mungkin akan diserang oleh orang-orang saleh kalau berani melakukannya. Namun, sekalipun dihubungkan dengan pengemisan, pelacuran dan homoseksualitas seperti itu, mereka (atau justru karena itu) tetap sangat populer di kalangan massa petani dan orang-orang kota kelas rendah. Hampir setiap hari orang melihat rombongan jenis amen mengadakan pertunjukan di pasar, dikerumuni orang banyak dan hampir setiap minggu sebuah rombongan mampir ke rumah kami


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 442 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi