Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 443
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 443 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

di pinggir kota (Mereka tidak muncul secara teratur: kadang-kadang ada lima sampai enam yang datang dalam beberapa hari, kemudian seminggu akan berlalu tanpa satu rombongan pun yang datang). Semua rombongan ini konon berasal dari luar kota Mojokuto, kebanyakan dari Tulungagung dan Ponorogo. Bentuk kesenian semacam ini katanya paling kuat di situ. (Kota yang belakangan ini dikenal di seluruh Jawa karena kekerasan penduduknya, radikalisme politiknya dan banyaknya homoseksualitas yang konon terjadi di sana). Apakah ini benar atau hanya menunjukkan keengganan orang Mojokuto untuk mengakui bahwa mereka akan tenggelam sampai ke tingkat itu, sulit dikatakan. Jelas beberapa dari kledek itu, setidaknya, adalah gadis- gadis Mojokuto, tetapi saya tak pernah mendengar tentang jaranan, gendruwo atau janggrung bermarkas di tempat itu. Tayuban: Pesta Orang Jawa Ada lagi sebuah bentuk “kesenian” lain, dimana kledk memainkan peran utama dan masih cukup populer di Mojokuto. Ini adalah tayuban, sebuah kombinasi dari pesta minum-minum dan menari yang biasanya diadakan pada peristiwa upacara peralihan tahap dan sebagainya. Sebuah deskripsi mengenai polanya yang diberikan oleh seorang informan Mojokuto adalah sebagai berikut: Biasanya ada seorang kledek (hampir selalu seorang pelacur), tet dalam tayuban yang meriah, bisa ada dua atau tiga orang. Kledek itu menari sejenak pada permulaannya. Ketika tayuban itu sendiri hampir dimulai, tuanrumah menunjuk seorang pramugari (“pemimpin”) pria. 'Sekarang, merupakan tugas pramugari untuk menunjuk kledek mana yang ingin ajak menari. la harus pandai mengukur kedudukan orang, sebab urutan orang yang ikut serta di dalamnya sangat penting dan tak boleh salah. Dalam pesta perkawinan, pengantin prialah yang pertama-tama dan dalam khitanan, tuanrumah. (Perempuan disisihkan ke belakang dan mereka samasekali tak menyukai tayuban. Organisasi-organisasi seperti Perwari, perkumpulan utama perempuan priyayi, membenci tayuban dan mati-matian menentangnya). Setelah ini, urutan berikutnya harus menurut kedudukan seseorang. Kalau camat berada di sana, jelas ia harus yang pertama, kemudian kepala desa dan seterusnya: pramugari itu harus berhati-hati agar tak menghina siapapun juga. Pramugari berada di depan dan mulai menari,gayajog6d, menawarkan kearah para tamu, sedang kladak itu mengikutinya sambil membawa baki di tangannya, berisi selendang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 443 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi