Your donation is urgently needed to keep the server running.
هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم لدعم الخادم
kemarahan-Nya serta akan membawa sial). Namun, pada umumnya ia hanya dianggap sebagai inti individu manusia, pusat yang dalam dari eksistensinya. Dengan demikian, “hati" dalam pengertian ini merupakan semacam lokasi rohaniah, tempat di kedalaman individu dimana dirinya yang sejati maupun rasa tertinggi, yakni Tuhan, dapat ditemui Seorang anggota sekte (pekerjaannya pemilik toko) membuat gambar berikut tentang situasi itu menurut pandangannya: Ini, katanya, merupakan gambar manusia, yang paling luar, garis yang tebal, menggambarkan manusia sebagai benda, sebagai tubuh jasmani. Orang, pertama-tama adalah benda, persis seperti benda-benda lainnya: batu, kursi, meja, bola, lampu. Sebagaimana benda-benda itu, ia pun bisa dihancurkan. Kalau orang menghancurkan bola lampu, maka benda itu akan hancur selama-lamanya, demikian pula kalau orang merusak manusia, ia pun akan rusak juga. Ini sama bagi setiap orang dan orang yang mengerti hal ini tidak akan menyakiti orang lain atau mencelakakan orang lain. Garis yang kedua, yang terputus-putus, menggambarkan lima indra: penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap dan peraba. Pada saat ini, dalam tiap katekismus ini, informan itu mencubit seseorang dan bertanya apa itu sakit dan bila orang itu mengiakan, ia mencubit dirinya sendiri dan mengatakan bahwa memang sakit, yang menunjukkan bahwa orang memiliki sensasi yang sama, rasa—sebuah alasan lain lagi mengapa orang tak boleh menyakiti orang lain. Garis yang berupa titik-titik menggambarkan kehendak yang sadar, keinginan yang disadari. (“Saya ingin minum air ini" sebagai contoh yang diberikan untuk pemikiran reflektif, sebuah maksud yang sadar). Lingkaran dalam yang bergaris tebal menggambarkan sumber keinginan seperti itu, asal-usul keinginan-keinginan yang tak disadari. Keinginan katanya, bermula, tanpa disadari di lingkaran dalam, lalu berjalan keluar dan di situ ia terasa. Akan tetapi, kita harus mempertimbangkan keinginan dan maksud demikian serta yang menjadi pertanyaan adalah apa yang mempertimbangkan itu?