Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Semua kebiasaan ini sekarang telah dihilangkan, sesudah anak-anak tak lazim lagi memakai model rambut dengan kuncung: sebab tujuan seluruh perbuatan itu hanyalah untuk memulai proses penguncungan saja. Setelah mandi, anak itu dibedaki dengan bedak kuning, diberi pakaian baru, dihiasi dengan bunga-bunga serta duduk dalam slametan miniatur, dimana anak-anak tetangga yang berusia antara empat dan enam tahun diundang. Slametan mainan ini—yang disebut pancakan (Secara harfiah berarti “pendatang baru")—berperan sebagai inisiasi bagi sianak untuk masuk ke dalam praktik keagamaan menurut tradisi Jawa, sebagai perkenalan pertamanya kepada upacara yang akan dilakukannya beratus-ratus kali sebelum ia meninggal. Anak itu kemudian diberi baki yang sudah diisi dengan berbagai benda simbolik, yang menandakan ciri-ciri bidang pekerjaan atau watak: pensil (guru atau pegawai pintar): nasi (petani—rajin bekerja): uang (pedagang—kaya), pisau (tentara—berani). Bidang pekerjaan dan watak si anak di masa depan kemudian diramalkan berdasarkan dua benda yang diambilnya dari baki itu, sekalipun orang yang menginginkan peningkatan kelas tidak segan-segan mengarahkan anak itu untuk mengambil pensil. Jugabagi sang ibu, pitonan bukan tidak mengandung makna, karena dengannya, ia dibebaskan dari pamali-pamali yang mengurungnya selama tujuh bulan sesudah melahirkan: tidur dengan duduk bersandar pada sebuah penyangga: mandi sore hari (sebelum matahari terbenam) dalam bak mandi khusus yang diletakkan di dapur (kamar mandi yang biasa dianggap penuh dengan makhluk halus): menggosokkan semacam salep dari ramuan tanaman secara teratur beberapa kali sehari: dan berbagai larangan makanan yang banyak di antaranya sudah dimulai sebelum ia melahirkan. Bagi kebanyakan keluarga, pitonan mengakhiri siklus slametan yang berpusat pada kelahiran, walaupun beberapa keluarga lainnya menyelenggarakan slametan kecil pada bulan ke-12. Catatan: Penanggalan Barat tentu saja digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar dan jawatan-jawatan pemerintah Indonesia. Sebenarnya hanya enam bulan. Kata orang, upacara itu diadakan pada permulaan bulan ketujuh dan bukan di akhir bulan tersebut, agar upacara ini tidak menyebabkan keguguran. 3 Tak ada persiapan lain yang diperkenankan untuk kelahiran si bayi, seperti