Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
bahaya, sebagaimana tokoh-tokoh wayang kulit bertapa sebelum terjun ke medan perang atau percintaan, seperti itu jugalah anak yang belum lahir, anak yang baru disunat, pasangan yang baru menikah dan jenazah orang yang baru saja meninggal, diam tak bergerak seperti mengalami trance yang menandai kekuatan spiritual. Dukun manten yang menyelenggarakan semua urusan sejak upacara dimulai, mendudukkan kedua mempelai sembari membaca mantera berikut: Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang! Saya berniat mendudukkan kedua mempelai. Makhluk halus lelaki dan makhluk halus perempuan yang menjaga Sumbersari (desanya), Tanah Mbah Nur Wakit (nama makhluk halus penjaganya), Ini adalah tempat kelahiran pengantin perempuan. Semoga ia tetap rukun di samping suaminya, dengan kehendak Allah! O,empat puluh empat bidadari, kemarilah dan tolonglah kedua mempelai ini! Saya menatapnya dari depan—ia mirip seorang puteri raja: 'Sayalihat dari samping kiri, ia tampak seperti Sembadra (isteri pertama Arjuna, si tokoh wayang, yang cantik): 'Saya lihat dari samping kanan, ia tampak seperti Srikandi (isteri kedua Arjuna yang cantik): Dari belakang ia tampak seperti seorang bidadari. Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Sesudah pembacaan mantera ini, sebuah slametan diadakan dengan satu lapis nasi kuning di atas satu lapis nasi putih—untuk cinta dan kesucian—di tiap piring daun pisang. Kedua mempelai itu makan dari piring masing-masing, tetapi tidak sampai habis. Piring pengantin pria ditutupkan di atas piring pengantin perempuan menjadi satu kesatuan dan ditempatkan di sentong tengah selama lima hari. Kalau nasi itu mulai basi, hal yang cepat terjadi di iklim tropis, itu menandakan bahwa si gadis sudah tidak perawan lagi dan penyempurnaan perkawinan sudah terjadi, tetapi hanya anggota-anggota keluarga terdekat yang diperkenankan memeriksa pertanda ini. Untuk anak perempuan pertama, sebuah upacara khusus diadakan pada saat ini (ada perbedaan pendapat tentang apakah upacara itu sepa- tutnya diselenggarakan pada malam sebelumnya, tetapi dalam kasus yang saya lihat, upacara itu diselenggarakan sesudah kepanggihan).