Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
laki-laki. Kemudian, setelah kepanggihan, gadis itu didudukkan di atas ayam jago buatan tadi. Kalau telurnya pecah, berarti gadis itu pernah mengalami datang bulan, tetapi tidak mau menceritakan kepada siapapun. Kalau telur itu tidak pecah, mempelai perempuan disebut sebagai manten pangkon, "mempelai pangkuan”, karena sekalipun mempelai pria bisa meletakkan gadis itu dalam pangkuannya, tetapi ia tidak bisa tidur dengannya. Upacara ini masih umum di Mojokuto dan desa-desa sekitarnya. Aspek Sosial dan Ekonomi Upacara Khitanan dan Perkawinan Orang Jawa menyebut upacara perkawinan dan khitanan dengan duwe gawe, yang secara harfiah berarti “mempunyai kerja,” dan menganggapnya sebagai contoh yang baik sekali untuk sebuah nilai yang mereka sebut rukun, yang terjemahan paling tepatnya mungkin adalah “kerjasama yang mentradisi”. Perkataan “mentradisi” diperlukan bukan saja karena perkataan rukun lebih sering diucapkan daripada dipraktikkan di Mojokuto sekarang. Akan tetapi, juga karena dalam artinya yang tepat, perkataan itu merujuk pada praktik-praktik yang spesifik dan konkret dari pertukaran antara modal dan tenaga kerja— dalam pembangunan rumah, pengolahan sawah, irigasi, pembangunan jalan serta kegiatan desa lainnya—dan bukan pada penilaian umum terhadap kerjasama sebagai sebuah konsep abstrak yang bisa diterapkan dalam semua konteks kehidupan dan digeneralisir. Sebuah kenyataan yang tidak selalu diperhitungkan oleh mereka yang memberikan tesep koperasi Barat untuk penyakit ekonomi Jawa atau mengusulkan demokrasi sosial yang alamiah dari kehidupan desa Jawa. Rukun, sebagai sebuah nilai, tidak mengikat orang-orang komunis primitif yang tersosialisasi secara berlebihan, tetapi mengikat petani- petani materialis yang merasa diri agak cukup dengan pengetahuan yang jelas mengenai di mana kepentingan mereka. Ikatan itu terjadi bukan dengan membangkitkan pengertian yang kabur tentang persaudaraan universal, tetapi dengan mendefinisikan cara-cara, sarana dan bentuk- bentuk kerjasama antar-individu yang secara spesifik terbatas dalam suatu konteks sosial yang didefinisikan secara jelas. Sebagai sebuah upacara, duw€ gawe€ menggeneralisasi dan meringkas kewajiban- kewajiban yang terpisah ini ke dalam rukun, sama seperti institusi