Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok I ayat 3-5 Surah al-Baqarah (2) anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada yang telah diturunkan kepadamu dan yang telah diturunkan sebelummu, serta tentang (kehidupan) akhirat mereka yakin. Mereka itulah yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” Ayat 3 sampai dengan 5 menyebutkan sebagian sifat-sifat mereka yang bertakwa. Pertama adalah percaya kepada yang gaib. Setelah menjelaskan tungsi a-Our'an, sebagai “hudan li al-muttagin” dijelaskannya sifat-sifat orang bertakwa yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang puncaknya adalah beriman kepada Allah swt. serta melaksanakan shalat secara bersinambung dan sempurna, yakni sesuai rukun dan syaratnya dan dengan khusyuk kepada Allah, dan di samping itu mereka juga menafkankan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka baik harta maupun selainnya baik bersifat wajib maupun sunnah dan selanjutnya mereka yang beriman kepada yang telah diturunkan kepadamu wahai Muhammad yakni al-Qur'an dengan jalan membenarkan semua kandungannya dan meyakini bahwa yang menurunkannya adalah Allah swt. dan demikian juga mereka percaya kepada wahyu-wahyu Ilahi yang telah diturunkan sebelummu, dan yang diwahyukan kepada para nabi dan rasul serta lentang kehidupan akhirat mereka yakin. Mereka itulah yang sifat-sifatnya sebagaimana disebut di atas berada di atas petunjuk dari Tuhan Pemelihara dan Pembimbing mereka, dan mereka itulah orang-orang yang benar-benar beruntung. Banyak hal yang gaib bagi manusia dan beragam pula tingkat kegaibannya. Yang dimaksudkan oleh ayat ini adalah hal gaib yang diinformasikan oleh al-Gur'an dan Sunnah. Selanjutnya dari kedua sumber ajaran Islam itu diketahui bahwa ada yang gaib mutlak, yang tidak dapat terungkap sama sekali dan juga ada yang gaib relatif. Jika sesuatu telah dapat Anda lihat, raba, atau Anda ketahui hakikatnya, maka sesuatu itu bukan lagi gaib: sebaliknya jika Anda tidak tahu hakikatnya, tidak dapat melihat atau merabanya, dan ia diiformasikan oleh al-Qur'an dan atau Sunnah, maka ia gaib dan menjadi objek iman. Jika demikian, apa yang diimani pastilah sesuatu yang bersifat abstrak, tidak terlihat atau terjangkau. Puncaknya adalah percaya kepada wujud dan keesaan Allah, serta informasi-informasi dari-Nya. Itu pula sebabnya ada yang memahami kata (a) bi al-ghaib pada ayat di atas adalah Allah swt. Jadi, sifat pertama orang bertakwa adalah percaya kepada Allah. Kalau Anda telah percaya kepada puncak itu dengan akal dan kalbu Anda tanpa paksaan, maka apa yang diinformasikan oleh-Nya itu — terlepas apakah