Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 116
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 116 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok 1 ayat 3-5 Anda tahu hakikatnya atau tidak tahu —-Anda pasti tetap akan percaya. Apalagi kata sementara pakar, “Anda harus percaya bukan karena Anda tahu, tetapi justru karena Anda tidak tahu.” “Iman kepada yang gaib adalah tangga yang dilalui untuk meningkatkan diri dari tingkat binatang yang tidak mengetahui kecuali yang dijangkau oleh panca indranya menuju ke tingkat kemanusiaan yang menyadari bahwa wujud jauh lebih besar dan lebih luas dari wilayah kecil dan terbatas yang dijangkau oleh indra atau alat-alat yang merupakan kepanjangan tangan dari indra. Keyakinan tentang yang gaib merupakan perpindahan yang sangat jauh dampaknya dalam gambaran manusia tentang wujud serta perasaannya, dan tentang kekuasaan serta pengelolaan terhadap alam phisika dan metafisika. Keyakinan itu juga mempunyai dampak yang sangat jauh dalam kehidupannya di bumi ini, karena tidak sama keadaan siapa yang hidup dalam wilayah terbatas yang hanya dijangkau oleh indranya dengan yang hidup di alam yang sangat luas, yang dijangkau oleh nalar dan mata hatinya, serta menangkap gema dan kesan-kesan wujud yang luas itu di dalam lubuk hatinya.” Demikian antara lain penjelasan Sayyid Quthub. Ada juga yang memahami ayat di atas dalam arti percaya dalam keadaan ia gaib, yakni tidak hadir di tengah orang banyak. Kalau dalam ayat berikut akan dikemukakan bahwa ada orang yang beriman hanya dengan lidahnya, yakni ketika ia berada di tengah sekelompok manusia, maka orarfg yang bertakwa adalah yang tetap percaya walau ia sendirian, tidak ada yang melihat atau mendengarnya. Kalau pendapat ini mengaitkan kegaiban dengan subjek yang percaya, pendapat lain mengaitkannya dengan objek yang dipercayai. Mereka percaya walau objek yang dipercayainya itu tidak hadir bersama mereka, yakni walau Rasul saw. tidak ada dan bukti-bukti kerasulan beliau tidak mereka saksikan dengan mata kepala, sebagaimana halnya kaum muslimin setelah wafatnya Rasul saw. Pendapat-pendapat terakhir ini, walaupun dapat dibenarkan dari segi makna dan oleh kaidah kebahasaan, tetapi ia tidak mendapat banyak dukungan oleh pakar-pakar tafsir. Sifat kedua dari orang bertakwa dan memperoleh manfaat dari kehadiran kitab suci ini adalah mereka yang melaksanakan shalat secara benar dan berkesinambungan. Salah satu kesalahan populer menyangkut terjemahan ayat ini dan semacamnya adalah memahaminya dalam arti mendirikan shalat. Ini karena para penerjemah itu menduga bahwa kata ( ojeyi ) yugimun terambil dari kata (28) gama yang berarti berdiri, padahal tidak demikian. Berbeda-beda pendapat ulama tentang asalnya. Ada yang berpendapat


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 116 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi