Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok I ayat 17-18 Surah al-Baqarah (2) Allah membawa pergi cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan-kegelapan, sehingga mereka tidak dapat melihat. Tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka kembali.” Kata (Je) matsal pada ayat di atas digunakan dalam arti perumpamaan yang aneh atau menakjubkan. Pada ayat di atas Allah berfirman: Keadaan yang sungguh mengherankan dari mereka adalah seperti keadaan yang aneh dari seorang yang menyalakan api atau meminta agar api dinyalakan guna menjadi penerang jalannya, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah membawa pergi, yakni menutupi cahaya yang menyinari mereka. Mereka enggan memanfaatkan api dan cahayanya itu, maka hal yang demikian berarti mereka sia-siakan, sehingga cahaya yang seharusnya menerangi jalan mereka dipadamkan oleh Allah walau apinya sendiri tidak padam, sehingga mereka menderita akibat panasnya api dan hilangnnya cahaya. Dan Allah membiarkan mereka dalam kegelapan-kegelapan sehingga mereka tidak dapat melihat. Tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka kembali. Di atas, kata terangnya api dilukiskan dengan kata (tel) adha'a, sedang cahaya yang dihilangkan Allah dilukiskan dengan kata (4) nur. Api yang sinarnya bersumber dari dirinya sendiri bahkan semua yang sinarnya bersumber dari dirinya sendiri dilukisakan oleh bahasa al-Gur'in dengan kata yang terambil dari akar kata (tp!) adhd'a, misalnya dhiya. Sedangkan suatu yang bercahaya tetapi merupakan pantulan dari sesuatu yang lain dinamai (4) ?74r. Itu sebabnya dalam OS. Yunus (10): 5 Allah berfirman: Dia-lah yang menjadikan matahari dhiyd' (bersinar) dan bulan Nur (bercahaya), karena sinar matahari bersumber dari dirinya sendiri, berbeda dengan bulan yang cahayanya adalah pantulan dari sinar matahari. Ayat di atas melukiskan bahwa ada sinar yang menerangi jalan mereka. Itulah petunjuk-petunjuk al-Qur'an. Tetapi karena sinar tersebut tidak mereka manfaatkan, maka Allah menutupi cahaya yang menerangi mereka. Al-Qur'an tidak dapat pergi atau ditutupi, tetapi yang menjauh dari mereka adalah pantulan dari sinar yang terang benderang itu. Al-Qur'an tetap berada di tengah mereka, tetapi cahaya petunjuknya menjauh dari mereka. Perhatikan redaksi ayat di atas. Mereka bukan hanya dalam satu kegelapan saja tetapi, (tb 3) #2buluma!/ dalam kegelapan-kegelapan, yakni kegelapan yang bertumpuk satu dengan yang lain, katakanlah kegelapan malam, kegelapan awan hitam, dan kegelapan padamnya cahaya. Mereka