Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok II ayat 24 Qur'an itu dan kenyataan di lapangan merupakan mukjizat yang tidak dapat diragukan. Lapangan bagi orang-orang kafir untuk menyambut tantangan al-Our'an ini terbuka lebar, tetapi mereka tidak melayaninya, karena mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kemampuan. Jangan berkata bahwa Allah menghalangi mereka membuat semacam al-Qur'an dengan jalan mencabut semangat dan keinginan mereka untuk melayani tantangan itu atau mencabut rasa bahasa dan kemampuan menyusun kalimat-kalimat indah yang sebelum datangnya tantang itu mereka,telah miliki. Apakah — dengan berpendapat demikian — Anda akań menilai alQur’ân dengan tantangannya ini bagaikan seorang anak yang menantang anak lain berkelahi setelah sebelumnya anak yang ditantang itu diikat kaki dan tangannya oleh orang tuanya? Sungguh ini tercela bagi seorang anak, apalagi orang dewasa dan lebih-lebih jika menduga Allah berbuat demikian. Selanjutnya bukankah semangat mereka sangat menggebu-gebu untuk membuktikan kepalsuan ajaran Nabi Muhammad saw. sampai-sampai mereka menempuh jalan yang sulit yaitu berperang dan mati? Kalau memang semangat mereka telah dicabut, mengapa semangat berperang mereka demikian menggebu, bukankah lebih mudah dan aman buat mereka bekerjasama dan meminta bantuan siapapun untu membuat semacam al-Qur'an? Kalau rasa bahasa dan kemampuan menyusun kalimat-kalimat indah dicabut pleh Allah dengan adanya tantangan ini, maka ambillah kalimatkalimat indah yang pernah mereka susun sebelum datangnya tantangan ini, kemudian undang siapapun untuk membandingkannya. Pasti hasilnya adalah perbedaan yang sangat menyolok. Memang gubahan mereka indah tetapi al-Qur'an berada pada puncak dari segala puncak yang tidak terjangkau. Ini diakui oleh para sastrawan, sejak dahulu hingga kini, walau mereka yang tidak mempercayai kandungan al-Qur'an. Memang, ada di antara anggota masyarakat Arab yang mampu mengucapkan satu kalimat singkat seperti beberapa kalimat al-Qur'an, misalnya al-bamdu lillah atau Allahu ahsan al-khaligin atau lau ittakhadgta min magami Ibrihima mushalla, tetapi ini hanya kalimat singkat. Tantangan al-Qur'an menyangkut satu surah atau satu ayat panjang yang serupa dengan satu surah. Kemampuan menyusun satu kalimat pendek bukan bukti kemampuan menyusun kalimat yang panjang. Banyak sisi tantangan al-Qur'an, banyak juga mukjizat dan keistimewaannya, yang secara garis besar dapat disimpulkan dalam tiga hal pokok. Pertama, Ketelitian dan keindahan redaksinya; kedua pemberitaan gaibnya, baik gaib masa lampau maupun masa datang, dan ketiga adalah