Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 49 Surah al-Baqarah (2) Nabi Yusuf as. tidak digelari dengan Fir'aun, tetapi (wis) Malik/ raja (baca OS. Yusuf (12): 50 dan 70). Memang para pakar sejarah menginformasikan bahwa kehadiran Bani Isra'il di Mesir dimulai dengan kehadiran Nabi Yusuf yang ketika itu — setelah beliau ditemukan oleh serombongkan kafilah di sumur tua — dijual kepada Taifur, Kepala Polisi Mesir. Ketika itu Mesir terdiri dari dua bagian besar. Bagian selatan adalah, Upper Egypt (Mesir Atas) yang kini populer dengan nama ash-sha'id. Sedang bagian kedua adalah Mesir Utara dengan ibukotanya Manfis (sekitar 30 km dari Cairo). Bagian ini dikalahkan oleh seseorang yang dikenal dengan Heksos. Berbeda-beda pendapat sejarawan tentang kapan mereka memerintah. Tetapi yang hampir disepakati adalah kekuasaan Heksos berakhir pada sekitar 1700 SM atau menurut Kamus a/Murjid mereka memerintah antara 1650 sampai dengan 1560 SM, sebelum mereka dikalahkan oleh Ahmus pendiri Dinasti ke XVII. Nabi Yusuf as. berada di Mesir dan kemudian menjadi Kepala Badan Logistik Pemerintahan pada masa Heksos itu. Nama penguasa Mesir ketika ituadalah Abufeis atau Abibi, sekitar 1739 SM. Demikian Thahir Ibn “Asyar. Ketika itulah Bani Isra'il bebas dan mempunyai pengaruh di Mesir. Mereka hidup tenang selama lebih kurang 400 tahun. Walau mereka tetap mempertahankan adat istiadat dan agama mereka yang berbeda dengan agama orang-orang Mesir. Selanjutnya setelah berlalu masa tersebut muncul kekuasaan baru yaitu Dinasti ke XIX yang mengusir Heksos dan menguasai seluruh Mesir. Salah seorang Penguasa Dinasti ini yang paling populer adalah Ra'msis II dan yang dikenal dengan Ramses al-Akbar (terbesar). Menurut kamus g-Murjid ia yang naik takhta sekitar 1311 SM. Pada masanyalah terjadi penindasan terhadap Bani Isra'il, sehingga mereka dipekerjakan secara paksa. Rupanya mereka dituduh akan melakukan makar terhadap kekuasaan atau membantu penguasa lama yang ditaklukkan Ramsis yaitu Heksos yang mempunyai hubungan darah dengan Bani Isra'il dan orangorang Arab. Nah, karena kecurigaan — baik berdasar atau tidak itulah — maka Fir'aun Ramsis menindas mereka, membunuh anak lelaki dan membiarkan hidup hina anak perempuan. Dalam beberapa kitab tafsir dikemukakan bahwa Fir'aun bermimpi bahwa kekuasaannya akan diruntuhkan oleh salah seorang putra Bani Isra'il. Mimpi ini — kalau benar — maka itu dapat diduga lahir dari apa yang menguasai pikiran Fir'aun ketika itu, sehingga melahirkan mimpi seperti itu. Ada juga yang berkata bahwa para pemuka agama Mesir kuno,