Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 281
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 281 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 96 tidak mengharap lagi ada kenikmtan akhirat. Ini berbeda dengan orangorang Yahudi yang mengakui wujud Tuhan dan keniscayaan hari Kemudian. Kehidupan dunia yang didambakan itu, bagi orang-orang Yahudi tidak harus merupakan kehidupan yang menyenangkan, apalagi yang dihiasi oleh nilai-nilai luhur. Tidak! Kehidupan yang bagaimana pun bentuknya, yang penting buat mereka adalah dapat menarik dan menghembuskan nafas. Demikianlah makna kata (34) baydh/ kehidupan, yang digunakan ayat 'd& atas dalam bentuk nakirah (indefinit). Itu memang benar, karena betapapun sengsara dan buruknya kehidupan dunia ini, ia pada hakikatnya lebih baik dari siksa neraka. Ayat di atas melanjutkan penggambaran isi hati dan pikiran mereka, bahwa masing-masing mereka menginginkan sesuatu yang mustahil. Sebagaimana dipahami dari kata ( $) law, yang digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang mustahil. Masing-masing mereka ingin seandaianya diberi umur seribu tahun yakni ingin hidup sepanjang mungkin di dunia, karena mereka tahu bahwa amal-amal mereka tidak akan membantu mereka di hari Kemudian. Padahal seandainya seseorang mencapai usia sepanjang apapun, umur panjang 1/4 sekali-kali tidak akan menggesernya sedikit pun dari siksa. Menggeser sedikit pun tidak, apalagi membebaskan atau menjauhkannya dari siksa. Masing-masing akan mendapat sanksi sesuai dosa-dosanya, karena Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Di atas dikemukakan, bahwa usia seribu tahun mustahil dicapai sebagaimana dipahami dari kata ($) lam Anda jangan berkata bahwa alGur'in sendiri telah menginformasikan bahwa Nabi Nuh as. hidup bersama kaumnya selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Karena bisa saja perhitungan tahun pada masa beliau berbeda dengan perhitungan tahun Bani Isra'il. Bisa jadi setahun pada masa Nabi Nuh as. sama dengan semusim pada masa kini. Sehingga kalau kini dikenal empat musim dalam setahun (musim dingin, panas, bunga dan gugur), maka dua belas bulan masa kini, sama dengan empat tahun pada masa lalu. Di sisi lain, penyebutan kata seribu tidak harus dipahami dalam arti angka yang di bawah 1001 dan di atas 999. Tetapi maksudnya adalah mereka menginginkan agar mereka sendiri yang menentukan masa hidup mereka. Padahal kematian ditentukan oleh Allah. Bila datang waktunya, tidak dapat dielakkan oleh siapa pun. Kematian tidak dapat dimajukan, tidak juga dapat ditunda. Sayyid Outhub memahami makna angka itu dalam arti mereka enggan bertemu dengan Allah. Mereka tidak merasa bahwa ada hidup selain


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 281 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi