Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 101 tidak beriman untuk masa kini dan datang, sebagaimana dipahami dari bentuk kata kerja yang digunakan oleh kata beriman (Uywex) yu minin, pada penutup ayat ini. Namun, yang sebagian kecil masih diharapkan dapat beriman. Pengecualian ini, membuka kesempatan kepada yang ingin sadar di antara mereka, sekaligus menggambarkan kenyataan orang-orang Yahudi sejak dahulu hingga kini. Kata (LS ji) awa kullamd, terdiri dari tiga kata Pertam4 (1) alif yang di-gunakan untuk bertanya, yang di sini bertujuan mengecam, kedua (3) wauw yang diperselisihkan oleh ulama apa fungsinya dalam ayat ini. Yang ketiga adalah ( WS ) kullama yang berarti setiap kali. Yang didiskusikan oleh ulama adalah huruf wauw. Ada yang memahaminya sekadar tambahan yang berfungsi sebagai penguat dan jika demikian ia tidak perlu diterjemahkan. Inilah yang penulis tempuh di atas, dan ada juga yang memahaminya dalam arti kata penghubung ('ʻathf) sedang kata yang dihubungkannya tidak tersurat, tetapi tersirat yakni mengkufuri. Jika pendapat yang antara lain dikemukakan oleh penafsir al-Jalalain ini diterima maka terjemahan ayat di atas akan berbunyi: Apakah mereka kafir dan setiap kali mereka mengikat janji dan seterusnya. AYAT 10f 5 fy vE “ ERA II - ta . g. o o 2 2o37 P Ig pili a a IS ah Ud Gta Úi ie ya pg pst GJ S $ A gi o 3 Nan 22 XY, - - rei GA Ù palas Y BS DP sijg a LS LA “Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sekelompok dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang punggung mereka, seolah-olah mereka tidak mengetahui.” Dua ayat berikut, merupakan dua keburukan dan kedurhakaan orangorang Yahudi, yang disebut dalam kelompok ayat-ayat ini, yang pertama: Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah, yakni Nabi Muhammad saw. dengan membawa kitab suci yang membenarkan kitab suci yang ada pada mereka, sekolompok orang-orang yang dianugerahi kitab suci itu, yakni orang-orang Yahudi yang dianugerahi Taurat, melemparkan kitab Allah ke belakang punggung mereka, yakni mengabaikannya sama sekali. Seolah-olah