Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VII ayat 111 Muhammad saw. Ada kaitan antara ganjaran dan sebabnya dan keduanya merupakan objek kedengkian orang-orang yahudi, karena setelah ayat lalu berbicara tentang kedengkian mereka karena Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat yang mengantar kepada keimanan, di sini diuraikan kedengkian mereka terhadap umat Islam yang akan menerima ganjaran iman. Di sini dinyatakan bahwa: Dan Mereka yakni Ahli al-Kitab yaitu orangorang Yahudi dan Nastani, berkata didorong oleh kedengkian mereka bila kaum muslimin mendapat ganjaran keimanan bahwa ‘Sekali-kali tidak akan masuk surga yang disiapakan untuk kekasih-kekasih-Nya kecuali orang-orang yang beragama Yahudi. Ini diucapkan oleh orang Yahudi atau Nasrani dan ini diucapkan oleh orang Nasrani.” Maksudnya, orang Yahudi berkata demikian, dan orang Nasrani pun berkata demikian. Bukan dalam arti orang Yahudi mengakui bahwa orang Nasrani akan masuk ke surga, atau sebaliknya, orang Nasrani mengakui bahwa orang Yahudi akan masuk surga. Memang, ciri bahasa al-Qur'an adalah singkat dan padat. Redaksi yang singkat seringkali digunakan, lebihlebih jika terdapat indikator yang menghalangi timbulnya kesalahpahaman pembaca atau pendengar. Indikator pada ayat di atas adalah permusuhan yang amat jelas antara orang-orang Yahudi dan Nasrani. Indikator lainya dalam bentuk teks, ditemukan dalam ayat berikutnya Dalam hal ini, kita harus mengacu pada kaidah yang menyatakan bahwa sebagian ayat-ayat al-Qur'an ditafsirkan oleh sebagian ayat yang lain. Allah swt., Penguasa yang memiliki wewenang tunggal dalam hal surga dan neraka, secara langsung membantah mereka. Allah tidak menggunakan perantara dan tidak memerintahkan siapa pun termasuk Nabi Muhammad saw. untuk menjawab kebohongan itu. Allah menyatakan: Yang demikian itu, yakni ucapan tersebut, dan ucapan-ucapan mereka yang lam, yang sangat jauh dari kebenaran hanya angan-angan mereka yang kosong belaka. Kata amani telah dijelaskan maknanya pada ayat 78 surah ini. Rujuklah ke sana. Allah tidak memerlukan bukti dari mereka menyangkut kebohongan mereka, karena Allah mengetahui segala sesuatu. Tetapi manusia perlu. Karena itu, di sini Allah memerintahkan Nabi-Nya Muhammad saw: katakanlah wahai Muhammad kepada mereka, “Tunjukkanlah kepada kami bukti kebenaran kamu jika kamu adalah orang yang benar.” Bukti kebenaran yang dimaksud adalah wahyu Ilahi, karena surga dan neraka adalah wewenang Allah. Hanya Dia yang mengetahui siapa