Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 331
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 331 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok VIII ayat 125 hilang atau berkurang. Demikian juga dengan Baitullah. Sedemikian jelasnya, sampai-sampai hati manusia selalu terpanggil untuk berkunjung ke sana. Ketika sampai di sana, hampir semua — kalau enggan berkata semua — urusan dan problem terlupakan, karena pikiran tertuju kepada Pemilik “rumah” itu, yakni Allah swt. Dari tahun ke tahun dan sepanjang tahun, pengunjungnya justru bertambah dan bertambah, sampai-sampai lahir kesepakatan antara pemimpin negara-negara muslim sedunia untuk mengatur jumlah pengunjungnya. f Selanjutnya, Baitullah itu dilukiskan sebagai (tai) umnan. Kata int bemakna keamanan. Ini bukan berarti bahwa Ka'bah yang memberi keamanan, tetapi perintah kepada manusia untuk memberi rasa aman kepada siapa yang berkunjung dan masuk ke Ka'bah. Siapa pun yang masuk ke mesjid di mana Ka'bah itu berada, ia tidak boleh diganggu, karena Allah menghendaki agar siapa pun yang mengunjunginya dengan tulus, akan merasa tenang dan tentram, terhindar dari rasa takut terhadap segala macam gangguan lahir dan batin. Karena itu, manusia diperintahkan untuk mewujudkan kehendak Allah itu. Sedemikian besar dan luas cakupan perlindungan keamanan dan ketentraman yang harus diberikan itu, sampaisampai ia dilukiskan dengan amnan yakni keamanan, bukan sekadar tempat memperoleh keamanan. Anda baca di atas, ketika Allah menunjuk Ka'bah sebagai Mastbiatan, maknanya adalah tempat berkumpul, sedangkan ketika menunjuknya pada keadaan atau sifatnya yang kedua, dinyatakan-Nya amnan. Ka'bah yang dilukiskan sebagai amnan, memberi kesan bahwa keamanan itu bukan saja menyatu dengan Ka'bah, tetapi wujudnya sendiri adalah keamanan. Sehingga siapa yang mengujunginya dan merasakan kehadirannya sebagai rumah Allah, pasti akan merasakan keamanan. Betapa tidak, bukankah yang berkunjung itu berada di rumah Allah, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa, dan Maha Damai. Selanjutnya, seluruh manusia yang berkunjung ke sana, diajak, jadikanlah magam Ibrahim tempat shalat. (av) Magam adalah tempat berdiri. Maqam Ibrahim adalah tempat beliau berdiri ketika membangun Ka'bah. Magam Ibrahim yang dimaksud adalah seluruh arah di mana Ka'bah itu mengarah. Karena itu ada yang memahani bahwa Magaam Ibrahim adalah seluruh Mesjid al-Haram. Ada juga yang memahami istilah itu sebagai satu tempat yang ditandai oleh sebuah batu bekas telapak kedua kaki Ibrahim


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 331 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi