Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok VIII ayat 126 Surah al-Baqarah (2) as. di mana beliau pernah shalat. Batu tersebut kini diletakkan di dalam sebuah bejana kaca. Dahulu, batu itu diletakkan berdempet dengan Ka'bah, kemudian Umar ra. menempatkannya di tempat yang sekarang ia berada. Banyak ulama memahami bahwa Maqam Ibrahim yang dimaksud oleh ayat ini adalah keseluruhan arah batu itu. Dahulu, kaum muslimin enggan shalat di belakang maqam, karena mereka tidak ingin ada sesuatu yang menghalanginya, atau membatasinya dengan Ka'bah. Mereka ingin melihat langsung dengan mata kepala dinding Ka'bah. Keengganan itu menjadikan arah di mana Magam Ibrahim berada seringkali tidak digunakan untuk shalat. Untuk itu, Umar ra. mengusulkan kepada Nabi saw. agar arah di mana Magam itu berada dibenarkan pula untuk menjadi tempat shalat. Usul Umar za. Itu diperkenankan Allah, maka turunlah perintah menjadikan Magam Ibrahim sebagai tempat shalat. Bahkan kini, tempat itu menjadi “rebutan” pengunjung Ka'bah. Kalau Baitullah dijadikan Allah sebagai tempat berkumpul, maka menjadi sangat wajar jika ia selalu dibersihkan untuk kenyamanan setiap orang yang berkunjung ke sana. Karena itu, lanjutan ayat di atas memerintahkan untuk mengingat perintah Allah yang berkaitan dengan hal tersebut. Dan ingat juga ketika telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan lmd'ih “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, dan yang i'tikif, srta yang ruku; sujud.” dari segala macam najis lahir dan batin. Perintah membersihkan rumah Allah ini harus diingat oleh setiap muslim, kapan dan di manapun. Sehingga bukan hanya rumah Allah yang di Mekah itu yang harus dibersihkan dan dipelihara kebersihannya, tetapi setiap rumah Allah, walaupun kedudukan dan fungsinya tidak sepenuhnya sama dengan rumah di mana Ka'bah itu berada. AYAT 126 Sal a Sa Sa a BA nia MG AD at D A Ju 3) Éi d olas Si l a ag GÉ Ni G dh agi EAP paki i) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Tuhanku, jadikanlah negeri ini (negeri yang) aman sentosa, dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka, kepada Allah dan hari Kemudian. Allah berfirman: