Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VIII ayat 126 “Dan kepada siapa yang kafir Ku-senangkan sedikit, kemudian Aku paksa ia menuju ke siksa neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” Ayat ini masih merupakan lanjutan dari uraian tentang keutamaan yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Ibrahim as. Kali ini perintah untuk mengingat dan merenungkan masih dilanjutkan, “Dan di samping yang lalu yang hendaknya engkau ingat, ingatlah pula ketika Ibrahim berdoa: Tuhanku, Demikian beliau tidak menggunakan panggilan y4/ wahai sebagaimana layaknya orang-orang yang dekat kepada Allah. Jadikanlah negeri ini di mana ka'bah berada dan di mana aku dan keluargaku tinggal, jadikanlah ia negeri yang aman sentosa, yakni penduduknya hidup damai dan harmonis dan berikanlah rezeki berupa, buah-buahan kepada penduduknya yang beriman saja di antara mereka kepada Allah dan hari Kemudian. Allah berfirman meluruskan doa Nabi Ibrahim sekaligus mengabulkannya bahwa “Kepada yang beriman akan Kuberikan rezeki dan juga kepada siapa yang kafir Dia Kusenangkan sedikit yakni sebentar dalam kehidupan dunia saja bahkan boleh jadi lebih senang dari yang beriman, kemudian Aku paksa ia menuju ke yakni menjalani siksa neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” Doa Nabi Ibrahim as. untuk menjadikan kota Mekah dan sekitarnya sebagai kota yang aman, adalah doa untuk menjadikan keamanan yang ada di sana?sberkesimambungan hingga akhir masa. Atau menganugerahkan kepada penduduk dan pengunjungnya kemampuan untuk menjadikannya aman dan tentram. Bukankah dalam ayat yang lalu, ketika berbicara tentang Ka'bah sebagai amnan, telah diuraikan bahwa itu adalah perintah Allah untuk menjadikannya aman dan tentram dalam bentuk sesempurna mungkin, sehingga Ka'bah sendiri dilukiskan sebagai “aman”, bukan sekadar tempat yang aman? Ayat ini bukan saja mengajarkan agar berdoa untuk keamanan dan kesejahteraan kota Mekah, tetapi juga mengandung isyarat tentang perlunya setiap muslim berdoa untuk keselamatan dan keamanan wilayah tempat tinggalnya, dan agar penduduknya memperoleh rezeki yang melimpah. Dua hal di atas, rasa aman dari segala yang menggelisahkan, dan lumpahan rezeki, merupakan syarat utama bagi suatu kota atau wilayah. Bahkan, stabilitas keamanan dan kecukupan ekonomi, merupakan nikmat yang menjadikan seseorang berkewajiban mengabdi kepada Allah, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Quraisy (106): 3-4: “Maka hendaklah mereka mengabdi kepada Tuhan Pemilik rumah itu (Ka'bah ) yang telah memberi