Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 334
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 334 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

aan w, Kelompok VIII ayat 126 Surah al-Baqarah (2) Aa ca makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan memberi mereka rasa aman dari ketakutan.” Ayat di atas juga memerintahkan untuk mengingat dan merenungkan bagaimana Nabi Ibrahim as. mencamkan firman dan penjelasan Allah pada ayat 124 lalu. Anda tentu masih ingat, ketika itu Nabi Ibrahim bermohon agar kepemimpinan dianugerahkan pula kepada keturunannya, tetapi Allah menjawab bahwa kepemimpinan tidak akan menyentuh orang-orang yang berlaku aniaya. Menghayati jawaban Allah itu, ketika berdoa Kali ini, beliau hanya mendoakan penduduk Mekah yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, “Berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Kemudian.” Ingatlah doa beliau itu sambil merenungkan bagaimana doa tersebut disambut Allah dengan berfirman, Siapa yang kafir akan Ku-senangkan sedikit dan sifatnya sementara, kemudian di hari Kemudian nanti Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” Bukan hanya yang beriman, tetapi yang kafir pun akan Dia berikan walau hanya sedikit; sedikit dalam waktu dan kuantitasnya jika dibanding dengan apa yang kelak akan dianugerahkan-Nya kepada yang beriman kepada-Nya dan hari Kemudian. Memang, Allah tidak membeda-bedakan. Udara, air, kehangatan dan cahaya Inatahari, serta masih banyak yang lain, diberikan-Nya untuk semua, baik yang muslim maupun yang kafir. Hukum-hukum-Nya berlaku sama. Dalam kehidupan di dunia menyangkut rezeki, semua diberi sesuai dengan hukum-hukum duniawi. Ganjaran ketaatan beragama, bukan di dunia tetapi di akhirat. Perolehan rezeki di dunia tidak berkaitan dengan kuat dan lemahnya iman seseorang. Orang-orang kafir pun wajar diberi kesenangan, bila mereka menyesuaikan diri dengan hukum-hukum duniawi yang ditetapkan-Nya. Namun, kesenangan yang diperolehnya itu, betapapun banyak dan lamanya, hanya sedikit kadar dan waktunya dibanding dengan keadaannya kelak. Karena di akhirat nanti mereka akan mendapat siksa yang pedih. Jangan duga dia dapat mengelak, karena sebagaimana firman-Nya di atas, Aku paksa ia setelah dia hidup di dunia. Ini memberi isyarat, bahwa semua orang di dunia termasuk orang kafir, diberi pilihan dan kebebasan. Tetapi di akhirat nanti orang-orang kafir itu tidak lagi memiliki kebebasan. Mereka dipaksa oleh Allah untuk menerima ketetapan-Nya, yaitu menjalani siksa neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 334 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi