Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VIII ayat 130 Hal-hal yang dimohonkan Nabi Ibrahim di atas, sungguh sangat serasi perurutannya. Ia dimulai dengan permohonan kehadiran rasul yang menyampaikan tuntunan Allah, yakni membacakan al-Qur'an, selanjutnya permohonan untuk mengajarkan makna dan pesan-pesannya, kemudian pengetahuan yang menghasilkan kesucian jiwa dan ini berakhir dengan pengamalan sesuai dengan tuntunan Allah swt. AYAT 130 Oro rr A a jd dalah aay inis hi AS A Ula GP CE A KTP Inul! Ga PI d “Tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” Sungguh agung Nabi mulia itu, sungguh banyak yang dapat diteladani dari beliau. Karena itu Allah swt. mengecam siapa pun yang enggan menerima ajaran Nabi Ibrahim as., atau membencinya. Tidak ada yang benci kepada agama Ibráhim, yang amat sempurna lagi jelas itu melainkan orang yang memperbedoh dirinya sendiri, yakni belum atau tidak lurus cara berpikirnya, tetapi menduganya lurus sehingga bertindak keliru. Betapa ia tidak memperbodoh dirinya sendiri, sedangkan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dengan mengangkatnya sebagai Nabi dan teladan. Bukankah melalui pengalaman ruhaninya beliau menemukan Tuhan Yang Maha Esa, dan meyakini-Nya bahwa Dia bukan Tuhan suku, atau masa tertentu, tetapi Tuhan seru sekalian alam? Bukankah dengan demikian beliau wajar diberi gelar Pengumandang Ketuhanan Yang Maha Esa? Bukankah dengan perantaraan beliau hak-hak asasi manusia terpelihara? Allah membatalkan penyembelihan manusia atas nama Tuhan, dan menggantinya dengan seekor domba bukan karena manusia terlalu mahal untuk dikorbankan, sebagaimana diduga sementara orang, terapi karena cinta Allah kepada manusia. Ini diajarkan Allah melalui Nabi teladan itu. Demikianlah sekelumit keistimewaan Nabi mulia yang dipilih dan dijadikan Allah sebagai teladan. Kata (al) illah biasanya diartikan agama. Hanya saja kata ini berbeda dengan kata ( c22) din/ agama dari sisi bahwa ia seringkali disebut