Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
klompok IX ayat 143 Surah al-Baqarah (2) Dan demikian Kami telah menjadikan kamu, ummatan wasathan agar kamu menjadi uksi (patron) atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi baron) atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kblat kamu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (dalam dunia nyata) siapa yng mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) in terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, im Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu wahai umat Islam inmatan wasathan (pertengahan) moderat dan teladan, sehingga dengan demikian keberadaan kamu dalam posisi pertengahan itu, sesuai dengan posisi Ka'bah yang berada, di pertengahan pula. Posisi pertengahan menjadikan manusia tidak memihak ke kiri dan kekanan, suatu hal di mana dapat mengantar manusia berlaku adil. Posisi pertengahan menjadikan seseorang dapat dilihat oleh siapa pun dalam penjuru yang berbeda, dan ketika itu ia dapat menjadi teladan bagi semua phak. Posisi itu juga menjadikannya dapat menyaksikan siapa pun dan di mna pun. Allah menjadikan umat Islam pada posisi pertengahan agar kamu wahai umat Islam menjadi saksi atas perbuatan manusia yakni umat yang kan, tetapi ini tidak dapat kalian lakukan kecuali jika kalian menjadikan Rasul saw. syahid yakni saksi yang menyaksikan kebenaran sikap dan perbuatan kamu dan beliau pun kalian saksikan, yakni kalian jadikan teladan &lam segala tingkah lalu. Itu lebih kurang yang dimaksud oleh lanjutan yat dan agar Rasul Muhammad menjadi saksi atas perbuatan kamu. Ada juga yang memahami matan wasathan dalam arti pertengahan dlam pandangan tentang Tuhan dan dunia. Tidak mengingkari wujud Tuhan, tetapi tidak juga mengar:ut paham poleteisme (banyak Tuhan). Pandangan Islam adalah Tuhan Maha Wujud, dan Dia Yang Maha Esa. Pertengahan juga adalah pandangan umat Islam tentang kehidupan dunia m:tidak mengingkari, dan menilainya maya, tetapi tidak juga berpandangan bhwa kehidupan dunia adalak segalanya. Pandangan Islam tentang hidup ialah di samping ada dunia ada juga akhirat. Keberhasilan di akhirat, ditentukan oleh iman dan amal saleh di dunia. Manusia tidak boleh tnggelam dalam materialisme, tidak juga membumbung tinggi dalam mirtualisme, ketika pandangan mengarah ke langit, kaki harus tetap berpijak