Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Fatihah (1) Kelompok I ayat 4 Demikian sebagian dari pesan-pesan yang dikandung oleh ayat keempat surah ini. Jika seseorang menyadari adanya hari Pembalasan, dan bahwa Allah Penguasa Tunggal dalam arti sesungguhnya, maka ketika itu, ia akan merasa tenang — walau sedang dianiaya oleh pihak lain, karena ada hari Pembalasan, sehingga bila ia tidak dapat membalas di dunia ini, maka Allah Pemilik dan Raja hari Pembalasan itu yang akan membalas untuknya. Di sisi lain kesadaran tentang kekuasaan Allah, akan menjadikan ia selalu awas dan hati-hati dalam bertindak serta berlaku. Keyakinan tentang adanya hari Pembalasan, memberi arti bagi hidup ini. Tanpa keyakinan itu, semua akan diukur dengan di sini dan sekarang, dan alangkah banyak aktivitas yang menuntut untuk dilakukan tanpa harus memetik buahnya sekarang, serta alangkah banyak pula yang buahnya tidak mungkin diraih di sini dan sekarang. Itulah pesan utama kelompok pertama ayat-ayat al-Fatihah. Sampai di sini berakhir sudah kelompok pertama surah ini. Kandungan ayat-ayatnya berbicara tentang Allah swt. Ayat-ayat kelompok berikut berbicara tentang kebutuhan dan permohonan manusia. Sekali lagi perlu digaris bawahi bahwa ayat-ayat surah al-Fatihah adalah pengajaran Allah kepada manusia bagaimana bermohon kepadaNya, bagaimana mengucapkan pujian dan apa yang terpenting dimohonkan. Dari kelompok pertama ayat-ayat surah al-Fatihah ini diketahui bahwa sebelum bermohon, seseorang hendaknya mempersiapkan jiwa taganya sehingga segala sesuatu yang dapat mengahalangi pengabulan permohonan-Nya dapat disingkirkan, lebih-lebih jika yang dimohonkan adalah petunjuk Allah swt. Ketika itu jiwa dan pikiran harus bersih dari segala macam keangkuhan, karena jiwa yang dipenuhi kengkuhan serta dikuasai oleh kesesatan tidak akan dapat menerima hidayah. Melalui kelompok ayat-ayat ini Allah swt. menjelaskan kepada para pembaca kitab-Nya yang bermaksud memperoleh rahmat dan kasih sayangNya, hidayah dan bimbingan-Nya, agar terlebih dahulu membersihkan jiwa dan pikiran dari segala bentuk kemusyrikan serta rasa tidak butuh kepadaNya, dengan jalan mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendakNya dan bahwa apapun akitivitas yang dilakukan diharapkan mendapat restu dan ridha-Nya, baik dalam kehidupan di dunia ini, maupun di akhirat kelak.