Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
59 s Kelompok II ayat 5 Surah al-Fatihah (1) h 1 tersebut meleset, bahkan si pasien tak lama kemudian segar bugar. Apa arti itu semua? Apa yang terjadi di sana? Yang terjadi bukan sesuatu yang lazim. Ia tidak berkaitan dengan hukum sebab dan akibat yang selama ini kita ketahui. Jika demikian, dalam kehidupan kita di samping ada yang dinamai sunnatullih yakni ketetapan-ketetapan Ilahi yang lazim berlaku dalam kehidupan nyata seperti hukum sebab dan akibat, dan ada juga yang dinamai indyatullah yakni pertolongan dan bimbingan Allah di luar kebrasaankebiasaan yang berlaku. Ini dalam bahasa al-Our'an dinamai dengan madad. Hanya saja perlu diingat bahwa madad itu pun datang setelah ada upaya sebelumnya dari manusia. OS. Al Imrin (3): 125 menegaskan syarat ini. Ketika para sahabat Nabi saw mengharapkan bantuan Allah yang berada di luar hukum sunnatullah itu, yakni ketika mereka mengharapkan turunnya malaikat yang mendukung mereka dalam peperangan Uhud melawan kaum musyrik Mekah, ayat tersebut menyatakan: “Tentu jika kamu tabah dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah mengarubkan madad (menolong) bagi kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” Nah, dalam hal-hal inilah kita hanya memohon bantuan kepada Allah swt. semata-mata. Bahkan lebih dari itu. Dapat dipertanyakan berkenaan dengan sunnatullah atau hukumhukum alam seperti hukum sebab akibat yang disebutkan di atas, “Siapakah yang mengaturnya? Siapa yang menjadikan atau wujudkannya?” Kesembuhan seorang penderita, apakah disebabkan oleh obat yang diminum atau petunjuk dokter yang ditaatinya? Keduanya tidak! Demikian jawab agamawan. Ucapan Nabi Ibrahim diabadikan oleh al-Qur'an yang antara lain adalah “Kalau aku sakit, maka Dia (Allah) yang menyembuhkan aku” (QS. asy-Syuʻar?? [26]: 80). Ilmuwan pun menjawab demikian, karena menurut mereka, hukumhukum alam tiada lain kecuali “ikhtisar dari pukul rata statistik”. Setiap saat kita melihat air mengalir menuju tempat yang rendah, matahari terbit dari sebelah timur, orang sakit sembuh karena meminum obat tertentu dan sebagainya, hal tersebut lazim kita lihat dan ketahui. Maka muncullah apa yang dinamai hukum-hukum alam. Tetapi jangan menduga bahwa “sebab” itulah yang mewujudkan akibat, karena para ilmuwan sendiri pun tidak tahu secara pasti faktor apa dari sekian banyak faktor yang mengantarkannya ke sana. Hakikat “sebab” yang diketahui, hanyalah bahwa dia berbarengan dan atau terjadi sebelum terjadi akibatnya. Tidak ada suatu bukti yang dapat menunjukkan bahwa “sebab” itulah yang mewujudkan “akibat”. Sebaliknya, sekian banyak keberatan ilmiah yang tidak mendapat jawaban tuntas atau