Loading...

Maktabah Reza Ervani



Tafsir Muyassar
Detail Kitab 184 / 6236
« Sebelumnya Halaman 184 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi
Original English
Goodness with Allah-the Exalted-is not in facing in prayer toward the direction of the East and the West if it is not by the command of Allah and His law, but rather all goodness is the faith of whoever believed in Allah and affirmed Him as the One worshipped alone without partner, and believed in the Day of Resurrection and Recompense, and in all the angels, and in all the revealed books, and in all the prophets without differentiation, and gave wealth voluntarily-despite the intensity of his love for it-to relatives, the needy orphans whose fathers died while they were below the age of maturity, the poor who are burdened by poverty, the needy travelers who are far from their family and wealth, and the beggars who were forced to ask due to the intensity of their need, and spent in the freeing of slaves and captives, and established the prayer, and gave the prescribed Zakat, and those who fulfill covenants, and whoever was patient in the state of his poverty and his illness, and in the intensity of fighting. Those characterized by these attributes are the ones who were truthful in their faith, and those are the ones who feared the punishment of Allah so they avoided His acts of disobedience.
Terjemah Indonesia

Al Baqarah

ayat 177

Kebajikan di mata Allah itu bukanlah tatkala shalat menghadap kearah terbit dan terbenamnya matahari, jika tidak bedasarkan pada perintah Allah dan syariat-Nya. Akan tetapi, kebajikan yang sesungguhnya itu adalah iman kepada Allah, membenarkan-Nya sebagai sembahan tunggal tanpa ada sekutu bagi-Nya; beriman kepada para malaikat seluruhnya; beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan seluruhnya secara penuh; serta beriman kepada para nabi tanpa melakukan pembedaan. Demikian juga memberikan harta secara sukarela -sekalipun ia sangat menyukai harta tersebut- kepada kaum kerabatnya; kepada anak-anak yatim yang membutuh-kan, bantuan, yang mereka itu jauh dari keluarga dan harta milik mereka; serta kepada para peminta yang terpaksa mengemis untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendesak. Juga mendermakan harta demi memerdekakan budak dan tawanan, ,menegakkan shalat, (serta) menunaikan zakat yang difardhukan. Demikian juga orang-orang yang menunaikan haji dan orang orang yang bersabar ketika dalam keadaan miskin, sakit (serta) dalam suasana kerasnya peperangan. Orang-orang yang menyandang sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang benar dalam beriman. Mereka itulah orang-orang yang benar dalam beriman. Mereka itulah orang-orang yang takut kepada hukuam dari Allah sehingga mereka menjauhi tindakan bermaksiat kepada-Nya.

Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 184 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi