Loading...

Maktabah Reza Ervani



Tafsir Muyassar
Detail Kitab 282 / 6236
« Sebelumnya Halaman 282 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi
Original English
Those who deal with usury (riba)-and it is the increase over the capital-do not stand in the Hereafter from their graves except as the one stands whom Satan stumbles from madness; that is because they said: "Indeed sale is only like usury," in that each of them is lawful, and leads to the increase of wealth, so Allah belied them, and clarified that He made lawful the sale and forbade usury; because of what is in sale and purchase of benefit for individuals and groups, and because of what is in usury of exploitation, loss, and destruction. So whoever was reached by the prohibition of Allah from usury then he refrained, then for him is what passed before the prohibition reached him no sin upon him therein, and his matter is to Allah in what he faces of his time, then if he continued on his repentance then Allah does not waste the reward of the doers of good, and whoever returned to usury then he did it after being reached by the prohibition of Allah from it, then he has surely deserved the punishment, and the argument was established upon him, and for this He Glorified be He said: (Those are the companions of the Fire they are therein abiding eternally).
Terjemah Indonesia

Al Baqarah

ayat 275

Orang-orang yang bermuamalah dengan cara riba, tidak akan bangkit di akhirat nanti dari kubur mereka kecuali serta berdirinya orang yang kerasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka mengatakan bahwa keduanya sama-sama boleh (halal) dan menyebabkan bertambahnya harta. Lalu Allah menegaskan kedustaan mereka serta menjelaskan bahwa Dia menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Sebab,dalam jual beli itu terdapat manfaat bagi para individu maupun masyarakat, sedangkan riba itu berisi eksploitasi, kehilangan dan kebinasaan. Barang siapa yang telah sampai kepadanya larangan dari Allah mengenai riba, lantas ia berhenti dari mengambilriba maka baginya apa yang telah diambil terdahulu sebelum datang pengharaman riba kepadanya. Tidak ada dosa baginya dalam hal ini. Urusannya terserah kepada Allah berkenaan dengan zaman yang akan dihadapinya. Jika ia terus berada di atas taubatnya (tidak mengulangi muamalah riba) maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. Barang siapa yang akan kembali mempraktikan riba maka perbuatannya itu telah setelah sampai kepadanya larangan dari Allah mengenai riba, ia mesti mendapatkan hukuman, karena telah ditegakkan hujah atasnya. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Maka mereka itu adalah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”

Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 282 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi