Loading...

Maktabah Reza Ervani



Tafsir Muyassar
Detail Kitab 585 / 6236
« Sebelumnya Halaman 585 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi
Original English
And it is not right for a believer the transgression upon his believing brother and his killing without right, except that that occur from him on the way of mistake in which there is no intention, and whoever that mistake occurred from him then upon him is the freeing of a believing slave, and the delivery of a measured blood money to his guardians, except that they give it as charity upon him and forgive him. Then if the killed one was from a disbelieving people enemies for the believers, while he is a believer in Allah the Exalted, and in what was sent down of the truth upon His Messenger Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, then upon his killer is the freeing of a believing slave, and if he was from a people between you and them is a covenant and a promise, then upon his killer is a blood money delivered to his guardians and the freeing of a believing slave, then whoever did not find the capacity on the freeing of a believing slave, then upon him is the fasting of two consecutive months; so that Allah the Exalted turns to him in forgiveness. And Allah the Exalted was All-Knowing of the reality of His servants' state, All-Wise in what He legislated for them.
Terjemah Indonesia

An Nisa

ayat 92

Tidak halal bagi seorang mukmin untuk membunuh mukmin lainnya tanpa alasan yang benar, kecuali karena kekeliruan. Maka siapa yang membunuh seorang mukmin karena keliru, wajib baginya memerdekakan seorang budak mukmin dan membayar diyat (tebusan) kepada keluarganya, kecuali jika mereka bersedekah dengan membebaskannya. Jika yang terbunuh adalah dari kaum musyrik yang memusuhi kaum mukmin dan ia sendiri adalah mukmin, maka hanya wajib baginya memerdekakan seorang budak mukmin. Dan jika ia dari kaum yang terikat perjanjian dengan kalian, maka wajib membayar diyat kepada keluarganya dan memerdekakan budak mukmin. Barang siapa tidak menemukan (budak), maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai bentuk taubat kepada Allah. Allah Maha Mengetahui hakikat hamba-Nya, Maha Bijaksana dalam hukum-Nya.

Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 585 dari 6236 Berikutnya » Daftar Isi