Tuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib : Thahaarah (7) : Empat Jenis Air (2) : Air Musyammas



This entry is part 7 of 9 in the series Tuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib - Bab Air

كتاب الطهارة

باب المياه

Kitab At Thahaarah, Bab Air

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

قال : وطاهر مطهر مكروه [استماله] وهو الماء المشمس)

Penulis Matn Abi Syuja mengatakan : Dan (kedua) air yang suci dan mensucikan (tetapi) makruh menggunakannya. Yakni air Al Musyammas (Air yang panas karena sinar matahari)

لما روي أن عمر رضي الله عنه كان ينهى عنه لخوف البرص ويصح الوضوء به, لأن المنع لخوف الضرر, فلم يمنع صحة الوصوء, كما لو توضأ بما يخاف من حره أو برده

Dari apa yang diriwayatkan oleh Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu 1 bahwa beliau melarang hal tersebut dikarenakan khawatir akan penyakit kulit, tetapi membolehkannya untuk berwudhu, karena larangan tersebut berlandaskan kekhawatiran akan sesuatu yang mencelakakan, tetapi tidak menghalangi sah-nya wudhu, sebagaimana jika berwudhu dengan apa (air) yang dikhawatirkan panas atau dinginnya.

Series Navigation<< Tuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib : Thahaarah (6) : Empat Jenis Air (1) : Air MuthlaqTuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib : Thahaarah (8) : Empat Jenis Air (3) : Air Musta’mal >>
Print Friendly, PDF & Email

Catatan Kaki

  1. Diriwayatkan oleh Imam Asy Syaafi’i dalam Al Umm (1/3) dan dari Al Baihaqi (1/2) dan juga dari Ad Daaruquthni (1/39 nomor 4) dari Umar ibn Khaththab :

    كان يكره الاغتسال بالماء المشمس وقال إنه يورث البرص.

    Bahwa beliau memakruhkan mandi dengan air al musyammas dan beliau mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan penyakit kulit.



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.