Tuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib : Thahaarah (8) : Empat Jenis Air (3) : Air Musta’mal



This entry is part 8 of 9 in the series Tuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib - Bab Air

كتاب الطهارة

باب المياه

Kitab At Thahaarah, Bab Air

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

قال : وطاهر غير مطهر [لغيره] وهو [الماء] المستمل

Penulis Matn Abi Syuja mengatakan : Suci tapi Tidak Mensucikan untuk yang lainnya, yakni Air Musta’mal

أي : في الحدث, وإنما قلنا : إنه طاهر لأنه لم يلق محلًّا نجسًا, وإنما قلنا : إنه غير مطهر, لأنه قد أدّى به الغرض فاستوفيت قوته, وانتقل إليه المانع, ويبنى على القولين المستعمل في الكره الثانية والثالثة / و تجديد الوضوء

Maksudnya : tidak mensucikan hadats.

Kami katakan : bahwa dia suci karena belum bercampur dengan benda yang najis

Kami katakan : dikatakan tidak mensucikan yang lainnya, dikarenakan selesainya tujuan penggunaan air tersebut dan fungsi (membersihkannya) sudah hilang, berpindah pada air tersebut apa-apa yang menghalangi fungsi membersihkan. Atas dasar kedua pengertian tentang al musta’mal ini, maka juga makruh menggunakannya untuk wudhu kedua dan ketiga (atau pembaharuan wudhu)

وفي المستعمل قول آخر : إنه طاهر مطهر, لأن ماء طاهر لاقى محلًا طاهرًا فكان طهورًا كما لو غسل ثوب طاهر

Terkait dengan Al Musta’mal, pendapat lain mengatakan : bahwa dia suci mensucikan, karena air suci bertemu dengan benda yang suci sebagaimana jika mencuci pakaian yang suci.

مفردات :

أدَّى : melakukan, melaksanakan, menyelesaikan

غَرَض : maksud, arah, tujuan, sasaran, cita-cita, niat

اِسْتَوْفَى – يَسْتَوْفِيْ : menerima, mengumpulkan, mengoleksi, mendapatkan, mengambil

Series Navigation<< Tuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib : Thahaarah (7) : Empat Jenis Air (2) : Air MusyammasTuhfatul Labiib fii Syarh Taqrib : Thahaarah (9) : Empat Jenis Air (4) : Air Mutaghayyir >>
Print Friendly, PDF & Email


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.