Mushaf Turki dan Penyebaran Qiroat Riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim



المصاحف التركية وانتشار رواية حفص عن عاصم

Mushaf Turki dan Penyebaran Qiroat Riwayat Imam Hafsh ‘an ‘Ashim

Kompilasi Oleh : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mushaf Turki dan Penyebaran Qiroat Riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim ini adalah artikel dalam Kategori Ilmu Rasm dan Dhabth dan Sejarah Pencetakan al Quran

بعد ظهور عدد من المصاحف المطبوعة في أنحاء العالم الإسلامي أدلت الأستانة بدلوها في هذا السياق، فطبعت المصحف سنة 1877م بخط الخطاط الشهير الحافظ عثمان، الذي كان قد كتب بخطه خمسة وعشرين مصحفا، وقد طُبِعَ مصحفه مئات الطبعات في مختلف الأقطار الإسلامية، وانتشر في العالم الإسلامي، وفاق الطبعات السابقة واللاحقة،

Setelah munculnya sejumlah mushaf yang berbeda yang dicetak di seluruh dunia Islam, Astana (Ibukota Turki Utsmani) mengubah sikapnya dan sebuah mushaf dicetak pada tahun 1877 Masehi sebagaimana yang ditulis oleh kaligrafer terkenal Al Hafizh Utsman, yang telah menulis dua puluh lima mushaf dengan tangan. Jadi mushafnya dicetak ratusan kali di berbagai negara Islam yang berbeda, dan menyebar di seluruh dunia Islam, melampaui pencetakan yang ada di masa sebelumnya maupun di masa yang datang kemudian.

Mushaf Turki : Contoh Mushaf yang ditulis al Hafizh Utsman pada tahun 1877
Mushaf Turki : Contoh Mushaf yang ditulis al Hafizh Utsman pada tahun 1877

ومع ذلك فقد تباينت أصداؤها بين من يصفها بأنها من أفضل الطبعات وأدقها، وبين من يمنع من إطلاق كلام الله عليها، وذلك لأنها لم تكن ملتزمة للرسم العثماني التزاما دقيقا. ـ

Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan pendapat terkait cetakan tersebut. Ada yang menggambarkannya sebagai salah satu cetakan terbaik dan paling tepat, Ada pula yang menolak penulisan tersebut sebagai Firman Allah Ta’ala disebabkan tidak memenuhi standar rasm Utsmani.

وقد ضبطت المصاحف المطبوعة في عصر العثمانيين –وإلى يومنا هذا- بما يوافق قراءة حفص عن عاصم الكوفي، لما عرف عن الأتراك أنهم يقرؤون القرآن بهذه القراءة، وعزا ذلك بعض الباحثين إلى مذهبهم الحنفي وهي ملاحظة لها ما يؤيدها،

Mushaf yang dicetak pada masa Kesultanan Utsmaniyah – dan hingga saat ini – ditulis sesuai dengan Qiroat Riwayat Hafsh ‘an’ Aashim al-Kufi, karena sudah diketahui bahwa orang Turki membaca al-Qur’an dengan qiraa’ah ini. Beberapa peneliti mengaitkan ini dengan madzhab Hanafi yang mereka pegang karena ada beberapa faktor yang mendukung argumen tersebut.

إذ إن القراءة المتبعة في بلاد المغرب إلى يومنا هذا هي قراءة نافع المدني، ومعلوم أن أهل المغرب يلتزمون في الفقه مذهب الإمام مالك إمام أهل المدينة، فلا يبعد أن يكون الأتراك قد التزموا قراءة حفص تبعا لهذا الأصل.ـ

Karena qiraa’ah yang digunakan di negara-negara Afrika Utara hingga saat ini adalah Qiroat Nafi ‘ al Madani, dan sudah diketahui bahwa orang-orang Afrika Utara memegang madzhab Fiqh Imam Malik, yang merupakan Imam Ahlul Madinah, maka tidak mengherankan orang Turki menetapkan diri mereka pada Qiroat Imam Hafs dengan alasan yang sama.

يذكر بعض الباحثين أيضا أن الدولة العثمانية مارست نوعا من التدخل القسري لتعميم قراءة حفص وتوحيد العالم الإسلامي على الالتزام بها، ويعارض هذا الرأي بشيوع قراءة نافع وأبي عمرو في بعض البلدان الإسلامية التي كانت خاضعة للحكم العثماني،

Beberapa peneliti juga menyebutkan bahwa Kesultanan Utsmaniyah melakukan campur tangan paksa untuk menyebarkan Qiroat Riwayat Hafsh dan mempersatukan dunia Islam dalam mengikutinya. Akan tetapi pendapat ini bertentangan dengan keberadaan Qiroat Nafi’ dan Abu Amr yang umum di beberapa negara Islam yang berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah.

ويعارض أيضا بشيوع قراءة حفص والتزامها في شرق العالم الإسلامي: تركستان والهند وأندونيسيا وإيران، وقد كانت إيران في وقت الخلافة العثمانية تحت إمرة الصفويين وبينهم وبين العثمانيين عداء كبير كما هو معروف، فما سبب انتشار قراءة حفص لديهم إذا كان أصل انتشارها راجعا لدور العثمانيين في ذلك ؟

Selain itu, pendapat ini juga bertentangan dengan keberadaan dan penggunaan Qiroat Riwayat Hafsh di wilayah Timur dunia Islam, seperti Turkestan, India, Indonesia, dan Iran. Iran pada masa kekhalifahan Utsmaniyah berada di bawah kekuasaan Dinasti Safawi, yang memiliki konflik besar dengan Utsmaniyah seperti yang diketahui. Jadi, apa alasan  untuk menyebutkan bahwa penyebaran Qiroat Hafsh terkait dengan campur tangan Utsmaniyah ?

ربما يكون الجواب متمثلا في طبعات المصحف الشريف التي انتشرت في بلدان العالم الإسلامي إبان الحكم العثماني والتي كتبت على ما يوافق قراءة حفص، ولا شك أن للمصحف المطبوع قدرة على الانتشار تفوق المصاحف المخطوطة،

Mungkin penjelasan yang lebih tepat adalah terkait edisi-edisi Al-Qur’an yang tersebar luas di negara-negara dunia Islam selama masa kekuasaan Utsmaniyah, yang ditulis sesuai dengan Qiroat Riwayat Hafsh. Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an yang dicetak memiliki kemampuan untuk menyebar lebih luas daripada Al-Qur’an yang ditulis tangan,

ونحن نشهد في عصرنا هذا تنافسا ظاهرا بين قراءة حفص وورش في بلاد المغرب، فمن المعروف أن مجمع الملك فهد القائم على طباعة المصحف الشريف في المدينة المنورة يقوم بتوزيع كميات كبيرة من المصاحف المطبوعة بقراءة حفص، وقد ساهم ذلك في انتشار جزئي لقراءة حفص في بلاد المغرب مما دفع وزارة الثقافة المغربية إلى منع هذا المصحف من التداول حفاظا على انتشار رواية ورش،

Misalnya saat ini kita melihat dalam zaman kita ini adanya “persaingan” antara Qiroat Hafsh dan Warsy di Maroko. Sebagaimana diketahui, King Fahd Complex for Printing the Holy Qur’an di Madinah mendistribusikan sejumlah besar Al-Qur’an yang dicetak dengan Qiroat Hafsh, Dan ini memberikan kontribusi  pada penyebaran Qiroat Hafsh secara parsial di Maroko. Hal tersebut kemudian mendorong Kementerian Kebudayaan Maroko untuk melarang sirkulasi Al-Qur’an ini demi menjaga penyebaran Qiroat Riwayat Imam Warsy.

ومثل ذلك نجده في السودان التي كانت على قراءة الدوري عن أبي عمرو ثم بدأت تشيع فيهم قراءة حفص، وقد قامت دار مصحف أفريقيا بطباعته على قراءة حفص إلى جانب قراءة الدوري. ـ

Contoh lainnya, di Sudan, yang sebelumnya menggunakan Qiroat Ad Duri dari Abu Amr, mulai mengadopsi Qiroat Riwayat Imam Hafsh. Bahkan, Dar Al-Mushaf Africa telah mencetak Al-Qur’an dengan Qiroat Riwayat Imam Hafsh yang disandingkan dengan Qiroat Ad-Duri.



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.