Fiqh Muyassar 037 : Wudhu (7) : Ibadah yang Mengharuskan Berwudhu



Serial Fiqh Muyassar

[المسألة السابعة: ما يجب له الوضوء]

Masalah ketujuh : Ibadah yang Mengharuskan Berwudhu

ويجب على المكلف فعل الوضوء للأمور الآتية :

Seorang yang mukallaf wajib melakukan wudhu ketika akan melakukan hal-hal berikut ini

١ – الصلاة: لحديث ابن عمر مرفوعاً :

1. Shalat : Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah bersabda :

(لا يقبل الله صلاة بغير طُهُور، ولا صدقة من غلول)

Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci (wudhu), dan tidak menerima sedekah dari hasil yang diperoleh secara curang

٢ – الطواف بالبيت الحرام فرضاً كان أو نفلاً: لفعله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – (فإنه توضأ ثم طاف بالبيت) ، ولقوله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – :

2 – Melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah, baik sebagai kewajiban atau sebagai sunnah: karena Rasulullah shalallahu \alaihi wa salam beliau berwudhu lalu melakukan thawaf, juga berdasarkan sabda beliau :

الطواف بالبيت صلاة إلا أن الله أباح فيه الكلام

Thawaf mengelilingi Ka’bah adalah ibadah, hanya saja Allah memperbolehkan berbicara dalamnya

ولمنعه الحائض من الطواف حتى تطهر

serta karena larangan bagi wanita yang sedang haid untuk melakukan tawaf sampai mereka suci

٣ – مس المصحف ببشرته بلا حائل: لقوله تعالى: 

3. Menyentuh mushaf Al Quraan langsung dengan kulitnya tanpa penghalang. Berdasarkan Firman Allah Ta’ala:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ [الواقعة: ٧٩].

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” [Surah Al Waqi’ah ayat 79].

ولقوله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: 

Dan karena sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa salam :

لا يمس القرآن إلا طاهر

“Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang dalam keadaan suci”

Allahu Ta’ala ‘A’lam



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.