Hukum Mengeluarkan Fidyah Sekaligus



حكم إخراج الفدية دفعة واحدة

Hukum Mengeluarkan Fidyah Sekaligus

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Mengeluarkan Fidyah Sekaligus ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab

السؤال

Pertanyaan

لم أقض أيام رمضان الماضي وبعد رمضان هذه السنة صمت ستة أيام من شوال وقضيت دين السنة الماضية، وسؤالي يخص كفارة هذه الأيام، هل يجوز إخراج الفدية دفعة واحدة، علما بأن أمي من ستقوم بذلك لأني أدرس في دولة أجنبية، وما قيمة الكفارة لأربعة أيام؟ 

Saya belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, dan setelah Ramadhan tahun ini, saya berpuasa enam hari di bulan Syawal dan mengqadha utang puasa dari tahun sebelumnya. Pertanyaan saya terkait fidyah atas hari-hari tersebut: apakah boleh mengeluarkan fidyah sekaligus ? Perlu diketahui bahwa ibu saya yang akan mengeluarkannya karena saya sedang menempuh studi di luar negeri. Berapa nilai fidyah untuk empat hari ?

جزاكم الله خيراً.

Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.

الإجابــة

Jawaban

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba‘du :

فقد سبق لنا أن أصدرنا فتوى في بيان ما يجب على من أخرت قضاء رمضان حتى دخل عليها رمضان آخر وبيان الكفارة الواجبة ومقدراها، والفتوى الأخرى هنا

Kami telah menjelaskan dalam fatwa lain disini mengenai apa yang wajib dilakukan oleh seseorang yang menunda qadha puasa Ramadan hingga masuk Ramadan berikutnya, termasuk kewajiban fidyah dan besarannya.

  • Hukum-Hukum Terkait Orang yang Menunda Qadha Puasa

وقول السائلة : هل يجوز إخراج الفدية دفعة واحدة ؟

Adapun pertanyaan penanya: “Apakah boleh mengeluarkan fidyah sekaligus?”, maka perlu dijelaskan:

إن كان المقصود بذلك دفع الفدية إلى عدة مساكين في وقت واحد فهذا جائز ولا حرج فيه،

Jika yang dimaksud adalah memberikan fidyah kepada beberapa orang miskin dalam satu waktu, maka itu diperbolehkan dan tidak ada masalah.

وإن كان المقصود بذلك دفع الفدية عن كل الأيام إلى مسكين واحد فقد نص بعض الفقهاء على عدم جواز ذلك، وأن الواجب دفع كل كفارة إلى مسكين.

Namun, jika yang dimaksud adalah memberikan seluruh fidyah (misalnya untuk empat hari) kepada satu orang miskin, maka sebagian ulama melarang hal tersebut, dan mewajibkan agar setiap fidyah satu hari diberikan kepada satu orang miskin yang berbeda.

قال الدردير المالكي في الشرح الكبير في كفارة من فرط في قضاء صيام رمضان حتى دخل عليه رمضان آخر:

Imam ad-Dardir dari madzhab Maliki dalam Syarh al-Kabir, ketika membahas kafarat bagi orang yang menunda qadha puasa Ramadan hingga masuk Ramadاan berikutnya, mengatakan:

فلو أعطى مسكيناً مدين عن يومين مثلاً ولو كل واحدٍ في يومه لم يجزه إن كان التفريط بعام واحدٍ، فإن كان من عامين جاز. انتهى.

“Jika seseorang memberikan dua mud (misalnya karena menunda dua hari puasa) kepada satu orang miskin — meskipun diberikan secara terpisah, satu mud tiap hari — maka itu tidak sah jika penundaan itu berasal dari tahun yang sama. Tapi jika berasal dari dua tahun berbeda, maka boleh.”

— Selesai Kutipan dari Imam ad Dardir —

ونص بعض الفقهاء إلى جواز أن تدفع فدية تأخير الصيام عن كل الأيام إلى مسكين واحد، وهذا قول النووي في المجموع، ولا شك أن الأبرأ للذمة والأحوط هو صرف فدية كل يوم إلى مسكين مستقل خروجاً من الخلاف،

Sementara itu, sebagian ulama lain memperbolehkan memberikan fidyah untuk semua hari kepada satu orang miskin, seperti pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu‘. Akan tetapi, yang lebih hati-hati dan lebih menjamin gugurnya kewajiban adalah memberikan fidyah untuk setiap hari kepada orang miskin yang berbeda, guna keluar dari perselisihan pendapat.

وللفائدة نحيلك إلى الفتوى الأخرى هنا

Untuk informasi lebih lanjut, silakan merujuk ke fatwa lain disini :

  • Bolehkah Berpuasa Sunnah Bagi Orang yang Masih Memiliki Utang Puasa (Qadha)?

والله أعلم.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.