Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
BAB 8 Pengobatan, Sihir dan Magi Kalau kepercayaan akan makhluk halus dan slametan merupakan dua sub-kategori paling umum dari agama abangan, maka kompleksitas pengobatan, sihir serta magi yang berpusat di sekitar peran seorang dukun merupakan sub-kategori yang ketiga. Pada hakikatnya, membatasi dukun pada konteks abangan saja tidaklah benar, karena kepercayaan dan ketidakpercayaan terhadap kekuatan mereka maupun kepada mereka sebagai orang-orang yang sebenarnya menjalankan seni perdukunan, tersebar di seluruh masyarakat Jawa, baik di kalangan priyayi, santri maupun abangan. Namun, frekuensi yang lebih besar danlebih pentingnya hal itu dalam kehidupan sehari-hari serta mungkin lebih besarnya kepercayaan kepada perdukunan di kalangan abangan, dapat membenarkan anggapan bahwa dukun adalah sebuah fenomena yang sebagian besar ada di kalangan abangan, dengan dukun-dukun santri dan priyayi sebagai variasi sekunder. Dukun: Tabib, Juru Sihir dan Ahli Upacara Ada berbagai macam dukun: dukun bayi, dukun pijet, dukun prewangan (medium), dukun calak (tukang sunat), dukun wiwit (ahli upacara panen), dukun temanten (ahli upacara perkawinan), dukun petungan (ahli meramal dengan angka), dukun sihir Gjuru sihir), dukun susuk (ahli mengobati dengan menusukkan jarum emas di bawah kuli0), dukun japa (tabib yang mengandalkan mantra), dukun jampi (tabib yang menggunakan tumbuh-tumbuhan dan berbagai obat asli), dukun siwer, (ahli mencegah kesialan alami, seperti mencegah hujan ketika orang sedang mengadakan pesta besar, mencegah supaya piring tidak pecah pada pesta dan sebagainya): dukun tiban (tabib yang kekuatannya sementara dan merupakan hasil dari kerasukan makhluk halus).