Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 224
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 224 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

yang mendekati kaum muslimin dibandingkan dengan golongan lain, memang jelas terlihat pada masa itu. Ada banyak diskusi pada masa itu tentang bagaimana Islam bisa sesuai dengan perintah-perintah Jepang. Adalah aspek lain politik Jepang, yakni fusi dari berbagai kelompok sosial dan politik santri yang saling bertentangan dalam satu “partai”, Masyumi, yang mempunyai efek jangka panjang yang paling besar di kalangan umat. Masyumi di tingkat nasional dipimpin oleh Wahid Hasyim, anak kiai yang mendirikan Nahdatul Ulama serta pengganti ayahnya sebagai ketua organisasi itu dan Haji Mansur, pemimpin Muhammadiyah sebelum perang. Untuk pertama kalinya, semua pendukung lama Sarekat Islam (sekarang disebut PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), kalangan konservatif Nahdatul Ulama dan kaum modernis Muhammadiyah berada dalam satu partai. Memang benar, partai itu berada dalam pengawasan penguasa Jepang hingga hanya memiliki sedikit kebebasan saja, tetapi seperti dalam banyak lapangan kehidupan nasional, orang-orang Indonesia sanggup mempelajari berbagai teknik yang digunakan dan agak cepat melupakan isinya. Dalam penerbitan suratkabar, misalnya, mereka belajar tentang metode tata letak (layout) dan produksi yang efektif, ementara menulis jenis propaganda yang paling primitif. Dalam bidang administrasi, dimana hampir untuk pertama kalinya mereka berada dalam pos-pos birokratik yang benar-benar bertanggungjawab, mereka banyak belajar tentang tugas sehari-hari dalam memerintah orang walaupun mereka bekerja di bawah sebuah kebijakan yang lebih represif dan kurang menaruh perhatian terhadap kesejahteraan bangsa Indonesia dibandingkan dengan pemerintahan Belanda yang mana pun. Begitu pula, dalam organisasi politik, mereka mengambil bentuknya dan membuang isinya, mempelajari teknik permesinan politik serta melupakan ajaran-ajaran fasis segera setelah orang Jepang menghilang. Setelah solidaritas yang memuncak pada masa revolusi berlalu, sebuah masa dimana Masyumi memainkan peran penting, kesatuan yang baru dibentuk ini untuk sebagian menghilang. Akan tetapi, efek dari kerjasama yang diharuskan itu telah menyebabkan berbagai kelompok ini kurang antagonistis satu sama lain serta lebih terampil (dan jadi mabuk-kepayang) dalam agitasi, organisasi serta intrik politik.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 224 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi