Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
kita dapat membuat diagram dengan metafora “tembok”" sebagai berikut: 1 1a ib Pusat yang tebal dimaksudkan untuk mewakili yang batin, kehidupan dalam. Garis tebal menunjukkan styleme—styleme rendah dianggap sebagai satu “lapisan”, yang tengah sebagai dua, yang tinggi sebagai tiga. Sebutan kehormatan rendah digambarkan dengan garis yang titik-titik, yang tinggi dengan garis putus-putus. Lingkaran- lingkaran itu—bergaris tebal, titik-titik atau putus-putus—yang berada di sekeliling pusat yang tebal, dengan demikian, menggambarkan yang lahir, dunia perilaku etiket. Semakin tinggi tingkat bahasa yang diucapkan kepada seorang individu, semakin tebal tembok etiket yang melindungi kehidupan emosionalnya. Dalam pengertian seperti itu, orang dapat membuat diagram untuk hampir tiap hubungan antara dua orang, apa pun pangkat atau keakrabannya." Jadi, dua teman dekat yang sama pangkatnya (bahwa dua orang sahabat karib akan kira-kira sama kedudukannya, hampir- hampir merupakan sebuah tautologi bagi kebanyakan orang Jawa Mojokuto), keduanya akan berbicara ngoko satu sama lain: O—@ Seorang pejabat tinggi, katakanlah seorang wedana dan seorang warga kota biasa yang berpendidikan akan mengikuti pola tak simetris yang tajam: