Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
ويفهم من كلامهم أن حياة الله التي لا آخر لها إنما كانت بسبب أكله من شجرة الحياة - سبحانه - عما يقولون.
وكما نسبوا إلى الله - سبحانه - الجهل نسبوا إليه الحزن والندم على فِعْلٍ فَعَلَه، فهم يذكرون أنه حزن على خلق الإنسان لما كثر شرّه وفساده في عهد نوح: " ورأى الربّ أن شرّ الإنسان قد كثر في الأرض، وأن كل تصور أفكار قلبه إنما هو شرير كل يوم، فحزن الربّ أنه عمل الإنسان في الأرض، وتأسف في قلبه، فقال الربّ: أمحو عن وجه الأرض الإنسان الذي خلقته. الإنسان مع بهائم ودبابات وطيور السماء، لأني حزنت أني عملتهم، وأما نوح فوجد نعمة في عيني الرب.
واستمع إلى هذه الخرافة التي وردت في الإصحاح الحادي عشر من سفر التكوين: " بعدما عمرت الأرض بذرية نوح، وكانت كلّها لساناً واحداً ولغة واحدة، وحدث في ارتحالهم شرقاً أنهم وجدوا نعمة في أرض شنعار، وسكنوا هناك، وقال بعضهم لبعض: هلم نصنع لبناً ونشويه شياً، فكان لهم اللبن مكان الحجر، وكان لهم الحجر مكان الطين، وقالوا: هلم نبني لأنفسنا مدينة وبرجاً رأسه في السماء ونصنع اسماً، لئلا نتبدد على وجه كل الأرض.
فنزل الرب لينظر المدينة والبرج اللذين كانوا بنو آدم يبنونهما، وقال الرب: هوذا شعب واحد، ولسان واحد لجميعهم، وهذا ابتداؤهم بالعمل، والآن لا يمتنع عليهم كل ما ينوون أن يعملوه. هلم ننزل ونبلبل هناك لسانهم، حتى لا يسمع بعضهم لسان بعض، فبددهم الرب من هناك على وجه كل الأرض، فكفوا عن بنيان المدينة، لذلك دعي اسمها بابل، لأن الرب هناك بلبل لسان كل الأرض، ومن هناك بددهم الرب على وجه الأرض ".
Dari perkataan mereka itu dipahami bahwa kehidupan Allah yang tiada akhir dianggap bersumber dari makan-Nya terhadap pohon kehidupan — Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.
Sebagaimana mereka menisbatkan sifat jahil kepada Allah ﷻ, mereka juga menisbatkan kepada-Nya sifat sedih dan menyesal atas perbuatan yang dilakukan-Nya. Disebutkan dalam kitab mereka bahwa Allah bersedih karena menciptakan manusia ketika banyak kejahatan dan kerusakan yang terjadi pada zaman Nuh. Disebutkan: “Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata setiap hari. Maka menyesallah Tuhan bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu menyedihkan hati-Nya. Berfirmanlah Tuhan: ‘Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, binatang melata, dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal bahwa Aku telah menjadikan mereka.’ Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.”
Perhatikan pula dongeng yang terdapat dalam pasal ke-11 Kitab Kejadian. Setelah bumi dipenuhi dengan keturunan Nuh, semuanya masih memiliki satu bahasa dan satu perkataan. Ketika mereka berpindah ke sebelah timur, mereka menemukan tanah di Sinear dan tinggal di sana. Mereka berkata satu sama lain: “Mari kita membuat batu bata dan membakarnya dengan api.” Lalu batu bata dijadikan sebagai pengganti batu, dan ter buatlah tanah liat untuk menjadi bahan ikatan. Kemudian mereka berkata: “Mari kita dirikan bagi kita sebuah kota dan menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh muka bumi.”
Lalu Tuhan turun untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya mereka satu bangsa dengan satu bahasa untuk mereka semua. Inilah barulah permulaan usaha mereka, dan sekarang apa pun yang mereka rencanakan untuk dikerjakan, tidak ada yang mustahil bagi mereka. Mari Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, supaya mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Maka Tuhan menyerakkan mereka dari situ ke seluruh muka bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya kota itu dinamakan Babel, karena di sanalah Tuhan mengacaubalaukan bahasa seluruh bumi, dan dari sanalah Tuhan menyerakkan mereka ke seluruh bumi.
Semua kisah ini jelas menisbatkan kedustaan kepada Allah ﷻ, menggambarkan-Nya dengan sifat kekurangan seperti sedih, menyesal, dan terbatas, bahkan seakan-akan Ia perlu turun untuk melihat pekerjaan manusia. Maha Suci Allah dari segala apa yang mereka katakan.