Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
أي خرافة هذه التي تزوّر الحقيقة، وتكاد تمحو معالمها!، وأي إله هذا الذي ترسمه هذه الخرافة؟ هذا الإله الذي يخاف البشر، ويخاف تكتلهم واجتماعهم، فإذا به يحاربهم قبل أن تجتمع كلمتهم، ويصلب عودُهم، ويشتتهم في أقطار الأرض بعد أن يبلبل ألسنتهم.
ونسب اليهود إلى الله فعل الشر، كما نسبوا إليه الندم على ما فعل، ففي سفر صموئيل الثاني، الإصحاح الرابع والعشرون: " فجاء الربّ وباء في إسرائيل من الصباح إلى الميعاد، فمات من الشعب من دان إلى بئر السبع سبعون ألف رجل، وبسط الملاك يده على أورشليم ليهلكها، فندم الرب على الشر. فقال للملاك المهلك الشعب: كفى الآن، رويدك ".
فإذا تركنا ما حكاه القرآن عن ضلالة اليهود في وصفهم لربهم، وما في التوراة من تحريف وزيف ونظرنا في (التلمود) وهو الكتاب الذي سطره علماء اليهود وحاخاماتهم، وله من الأهمية في نظرهم فوق ما للتوراة، لو نظرنا فيه لهالنا ذلك الضلال الذي وقع فيه اليهود لا في العقيدة فحسب، بل في شتى مناحي الشريعة.
وسأكتفي بأن أنقل من كتاب ((الكنز المرصود في قواعد التلمود)) ما يتعلق بالعزة الإلهية، فمن ذلك أن الله عندهم يحتاج إلى أن يقرأ ويتعلم، كما أنه يهزل ويلعب سبحانه وتعالى، فقد ورد في تلمودهم ((أن النهار اثنتا عشرة ساعة: في الثلاثة الأولى منها يجلس ويطالع الشريعة، وفي الثلاثة الثانية يحكم، وفي الثلاثة الثالثة يطعم العالم، وفي الثلاثة الأخيرة يجلس ويلعب مع الحوت ملك الأسماك)) .
واسمع ما هو أدهى وأعظم: " أنه لا شغل لله غير تعلمه التلمود مع الملائكة "، وليس الملائكة فقط، بل مع (أسمودية) ملك الشياطين في مدرسة السماء.
وما الحوت الذي يلعب معه الرب؟ إنه حوت كبير جداً يمكن أن يدخل في حلقه سمكة طولها ثلاثمائة فرسخ بدون أن تضايقه، وبما أن له هذا الحجم فإن الله خاف إذا ما تناسل أن يهلك الدنيا، ولذا فإنه رأى أن يحرمه زوجته، لأنه لو لم يفعل ذلك لامتلأت الدنيا وحوشاً أهلكت من فيها، ولذلك حبس الله الذكر بقوته الإلهية، وقتل الأنثى وملحها وأعدها لطعام المؤمنين في الفردوس.
Betapa besarnya kebohongan dan khurafat yang memutarbalikkan kebenaran hingga hampir menghapus jejaknya! Tuhan macam apakah yang dilukiskan oleh dongeng ini? Tuhan yang digambarkan takut kepada manusia, takut jika mereka bersatu dan kokoh, lalu Ia memerangi mereka sebelum persatuan mereka terwujud, mencerai-beraikan mereka ke berbagai penjuru bumi setelah mengacaubalaukan bahasa mereka.
Orang-orang Yahudi juga menisbatkan perbuatan jahat kepada Allah, sebagaimana mereka menisbatkan penyesalan atas perbuatan-Nya. Disebutkan dalam Kitab 2 Samuel, pasal 24: “Maka Tuhan menurunkan wabah ke Israel dari pagi sampai waktu yang ditentukan. Maka matilah dari bangsa itu tujuh puluh ribu orang, dari Dan sampai Bersyeba. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke atas Yerusalem untuk membinasakannya, maka menyesallah Tuhan karena malapetaka itu. Lalu Ia berfirman kepada malaikat yang membinasakan umat itu: ‘Cukuplah! Tahanlah tanganmu.’”
Jika kita meninggalkan apa yang diceritakan Al-Quran tentang kesesatan Yahudi dalam menggambarkan Tuhan mereka, dan apa yang ada dalam Taurat yang sudah dipalsukan, lalu kita menengok kepada Talmud — yaitu kitab yang ditulis oleh para ulama dan rabi Yahudi, yang bahkan mereka anggap lebih penting dari Taurat — kita akan melihat betapa besar kesesatan yang mereka lakukan, bukan hanya dalam akidah, tetapi juga dalam berbagai aspek syariat.
Cukuplah saya menukil sebagian dari kitab al-Kanz al-Marsud fi Qawa‘id al-Talmud yang berkaitan dengan sifat keagungan Allah. Di situ disebutkan bahwa menurut mereka Allah perlu membaca dan belajar, serta bermain-main. Disebutkan dalam Talmud: “Siang hari terdiri atas dua belas jam. Pada tiga jam pertama, Allah duduk dan mempelajari Taurat; pada tiga jam kedua, Dia mengadili; pada tiga jam ketiga, Dia memberi makan seluruh dunia; dan pada tiga jam terakhir, Dia duduk dan bermain dengan ikan besar, raja segala ikan.”
Lebih dari itu, disebutkan pula: “Tidak ada kesibukan Allah selain belajar Talmud bersama para malaikat.” Bahkan bukan hanya dengan malaikat, tetapi juga bersama Asmodai, raja setan, di sekolah langit!
Adapun ikan besar yang konon Allah bermain dengannya, digambarkan sangat besar hingga seekor ikan sepanjang tiga ratus farsakh bisa masuk ke dalam tenggorokannya tanpa merasa sesak. Karena ukurannya yang luar biasa, Allah disebut-sebut khawatir jika ia berkembang biak, maka dunia akan binasa. Oleh sebab itu, menurut mereka, Allah melarangnya memiliki pasangan. Jika tidak, dunia akan dipenuhi oleh monster yang membinasakan seluruh makhluk. Maka Allah menahan jantan dengan kekuatan-Nya, membunuh betina, lalu mengasinkannya dan menyediakannya sebagai hidangan bagi orang-orang beriman di surga!