Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Al Aqidah fiLlah - Detail Buku
Halaman Ke : 218
Jumlah yang dimuat : 228
« Sebelumnya Halaman 218 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Betapa besarnya kebohongan dan khurafat yang memutarbalikkan kebenaran hingga hampir menghapus jejaknya! Tuhan macam apakah yang dilukiskan oleh dongeng ini? Tuhan yang digambarkan takut kepada manusia, takut jika mereka bersatu dan kokoh, lalu Ia memerangi mereka sebelum persatuan mereka terwujud, mencerai-beraikan mereka ke berbagai penjuru bumi setelah mengacaubalaukan bahasa mereka.

Orang-orang Yahudi juga menisbatkan perbuatan jahat kepada Allah, sebagaimana mereka menisbatkan penyesalan atas perbuatan-Nya. Disebutkan dalam Kitab 2 Samuel, pasal 24: “Maka Tuhan menurunkan wabah ke Israel dari pagi sampai waktu yang ditentukan. Maka matilah dari bangsa itu tujuh puluh ribu orang, dari Dan sampai Bersyeba. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke atas Yerusalem untuk membinasakannya, maka menyesallah Tuhan karena malapetaka itu. Lalu Ia berfirman kepada malaikat yang membinasakan umat itu: ‘Cukuplah! Tahanlah tanganmu.’”

Jika kita meninggalkan apa yang diceritakan Al-Quran tentang kesesatan Yahudi dalam menggambarkan Tuhan mereka, dan apa yang ada dalam Taurat yang sudah dipalsukan, lalu kita menengok kepada Talmud — yaitu kitab yang ditulis oleh para ulama dan rabi Yahudi, yang bahkan mereka anggap lebih penting dari Taurat — kita akan melihat betapa besar kesesatan yang mereka lakukan, bukan hanya dalam akidah, tetapi juga dalam berbagai aspek syariat.

Cukuplah saya menukil sebagian dari kitab al-Kanz al-Marsud fi Qawa‘id al-Talmud yang berkaitan dengan sifat keagungan Allah. Di situ disebutkan bahwa menurut mereka Allah perlu membaca dan belajar, serta bermain-main. Disebutkan dalam Talmud: “Siang hari terdiri atas dua belas jam. Pada tiga jam pertama, Allah duduk dan mempelajari Taurat; pada tiga jam kedua, Dia mengadili; pada tiga jam ketiga, Dia memberi makan seluruh dunia; dan pada tiga jam terakhir, Dia duduk dan bermain dengan ikan besar, raja segala ikan.”

Lebih dari itu, disebutkan pula: “Tidak ada kesibukan Allah selain belajar Talmud bersama para malaikat.” Bahkan bukan hanya dengan malaikat, tetapi juga bersama Asmodai, raja setan, di sekolah langit!

Adapun ikan besar yang konon Allah bermain dengannya, digambarkan sangat besar hingga seekor ikan sepanjang tiga ratus farsakh bisa masuk ke dalam tenggorokannya tanpa merasa sesak. Karena ukurannya yang luar biasa, Allah disebut-sebut khawatir jika ia berkembang biak, maka dunia akan binasa. Oleh sebab itu, menurut mereka, Allah melarangnya memiliki pasangan. Jika tidak, dunia akan dipenuhi oleh monster yang membinasakan seluruh makhluk. Maka Allah menahan jantan dengan kekuatan-Nya, membunuh betina, lalu mengasinkannya dan menyediakannya sebagai hidangan bagi orang-orang beriman di surga!


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 218 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi