Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Bangsa Arab pada asalnya berada di atas agama tauhid, agama nenek moyang mereka, Ibrahim ‘alaihissalam. Mereka tetap berada di atas agama itu hingga sekitar empat ratus tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Saat itu muncul seorang pemimpin yang disegani dan ditaati, yang mengubah agama mereka. Dialah ‘Amr bin ‘Amir al-Khuzā‘ī.
«رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ عَامِرٍ الْخُزَاعِيَّ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ، كَانَ أَوَّلَ مَنْ سَيَّبَ السَّوَائِبَ»
“Aku melihat ‘Amr bin ‘Amir al-Khuzā‘ī menyeret isi perutnya di neraka. Dialah orang pertama yang membebaskan sa’ibah.” (HR. al-Bukhari, dari Abu Hurairah, no. 4623)
«رَأَيْتُ جَهَنَّمَ يَحْطِمُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَرَأَيْتُ عَمْرًا يَجُرُّ قُصْبَهُ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ سَيَّبَ السَّوَائِبَ»
“Aku melihat neraka Jahannam saling menghancurkan satu sama lain. Dan aku melihat ‘Amr menyeret isi perutnya. Dialah orang pertama yang membebaskan sa’ibah.” (HR. al-Bukhari, dari ‘Aisyah, no. 4624)
‘Amr inilah yang mengubah agama bangsa Arab dengan menyeru mereka kepada penyembahan berhala, serta mengada-adakan bid‘ah dalam agama Allah ﷻ. Ia menghalalkan dan mengharamkan sesuai hawa nafsunya. Allah ﷻ menyebutkan sebagian perbuatan mereka:
﴿مَا جَعَلَ اللَّهُ مِن بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ﴾
“Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, sa’ibah, washilah, dan hām. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat dusta terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.” (Surah Al-Māidah: 103)
Berbeda-beda riwayat menyebutkan cara ‘Amr menyebarkan penyembahan berhala di Jazirah Arab. Ada yang mengatakan bahwa ia memiliki jin yang menyingkapkan kepadanya berhala-berhala yang pernah disembah kaum Nuh, lalu ia menggalinya dan membagikannya kepada bangsa Arab. Ada pula yang menyebut bahwa ia membawa berhala-berhala dari negeri Syam. Ketika melihat penduduk negeri itu menyembah berhala, ia meminta satu berhala dari mereka, lalu mereka memberinya sebuah berhala yang kemudian ia tegakkan di Mekah.