Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Al Aqidah fiLlah - Detail Buku
Halaman Ke : 225
Jumlah yang dimuat : 228
« Sebelumnya Halaman 225 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Al-Kalbi dalam kitabnya al-Aṣnām berkata: “Quraisy memiliki berhala-berhala di dalam Ka‘bah dan di sekitarnya. Yang paling agung di sisi mereka adalah Hubal, yang menurut riwayat terbuat dari batu akik merah berbentuk manusia. Jika mereka berselisih dalam suatu perkara atau hendak bepergian, mereka mendatanginya untuk melakukan pengundian dengan anak panah.”

Di antara berhala mereka juga ada Isāf dan Nāilah. Sebagian perawi menyebutkan bahwa keduanya awalnya adalah seorang laki-laki dan perempuan yang berzina di Baitullah. Maka Allah mengubah mereka berdua menjadi dua batu. Quraisy meletakkannya di sisi Ka‘bah agar manusia mengambil pelajaran. Namun setelah waktu berlalu dan penyembahan berhala meluas, keduanya pun ikut disembah.

Ketika Rasulullah ﷺ menaklukkan Mekah, beliau mendapati di sekitar Ka‘bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala. Maka beliau menusuk wajah dan mata mereka dengan busurnya seraya mengucapkan firman Allah:

﴿جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا﴾

“Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (Surah Al-Isrā’: 81)

﴿جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ﴾

“Kebenaran telah datang dan kebatilan tidak akan memulai dan tidak (pula) mengulangi.” (Surah Saba’: 49)

Berhala-berhala itu pun roboh dan terjatuh. Beliau kemudian memerintahkan agar berhala-berhala itu dikeluarkan dari Masjidil Haram dan dibakar. Riwayat ini terdapat dalam Shahihain (al-Bukhari dan Muslim) dari Ibnu Mas‘ud, namun tanpa tambahan kalimat “berhala-berhala itu pun roboh…”; di dalam Shahihain disebutkan bahwa beliau menusuk berhala-berhala itu dengan tongkat yang ada di tangannya.

Penyembahan berhala telah tersebar luas hingga setiap rumah di Mekah memiliki berhala yang disembah oleh penghuninya. Jika seseorang hendak bepergian, hal pertama yang ia lakukan adalah mengusap berhalanya. Jika ia pulang dari perjalanan, hal pertama yang ia lakukan ketika masuk rumahnya adalah mengusap berhala itu.

Ibnu Ishaq al-Kalbi berkata: “Berhala Dzū al-Khalashah adalah milik kabilah Daws, Khath‘am, Bajīlah, dan kabilah Arab lain yang tinggal di sekitar mereka. Ia berupa sebuah batu putih dengan ukiran mirip mahkota, dan memiliki sebuah rumah. Rasulullah ﷺ berkata kepada Jarir bin ‘Abdillah al-Bajali: ‘Tidakkah engkau cukupkan aku dari Dzū al-Khalashah?’ Maka Jarir pun berangkat bersama pasukan Aḥmas. Khath‘am dan Bahilah memeranginya, tetapi mereka kalah. Jarir menghancurkan rumah Dzū al-Khalashah dan membakarnya dengan api.”

Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Jarir bin ‘Abdillah disebutkan: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: “Tidakkah engkau istirahatkan aku dari Dzū al-Khalashah?” Ia adalah sebuah rumah di daerah Khath‘am yang disebut Ka‘bah al-Yamāniyyah. Maka aku pun berangkat bersama 150 pasukan berkuda dari Aḥmas. Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak terbiasa menunggang kuda.’ Maka beliau menepuk dadaku hingga aku melihat bekas jarinya di dadaku seraya berdoa: “Ya Allah, teguhkanlah dia dan jadikanlah dia penunjuk jalan yang diberi petunjuk.” Lalu aku pun berangkat, mendatangi Dzū al-Khalashah, dan menghancurkannya.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 225 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi