Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Ibnu Jarir meriwayatkan dalam tafsirnya dari Mujahid tentang firman Allah Ta‘ala:
﴿أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى﴾
“Maka apakah kamu telah memperhatikan al-Lāt dan al-‘Uzzā?” (Surah An-Najm: 19)
Mujahid berkata: “al-Lāt adalah seseorang yang biasa membuat adonan sūwīq untuk jamaah haji. Setelah ia mati, orang-orang lalu berdiam di kuburnya (dan mengagungkannya).” Demikian juga Abu al-Jawza’ meriwayatkan dari Ibnu Abbas: “Ia dahulu membuat adonan sūwīq untuk jamaah haji.” Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dengan makna yang serupa.
Kemudian mereka menjadikan al-‘Uzzā sebagai berhala. Ia lebih baru daripada al-Lāt. Berhala ini dibuat oleh Zhālim bin Sa‘d di lembah Nakhlah, di atas Dzāt ‘Irq. Mereka membangun sebuah rumah untuknya, dan dikatakan bahwa mereka mendengar suara darinya. Al-Kalbi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa al-‘Uzzā memiliki jin betina yang datang pada tiga pohon samar di lembah Nakhlah.
Ketika Rasulullah ﷺ menaklukkan Mekah, beliau mengutus Khalid bin al-Walid seraya bersabda: “Datangilah lembah Nakhlah, engkau akan mendapati tiga pohon samar. Tebanglah yang pertama.” Maka Khalid pun menebangnya, kemudian datang kepada Nabi ﷺ. Beliau bertanya: “Apakah engkau melihat sesuatu?” Ia menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Tebanglah yang kedua.” Lalu ia menebangnya, kemudian kembali kepada Nabi ﷺ. Beliau bertanya: “Apakah engkau melihat sesuatu?” Ia menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Tebanglah yang ketiga.”
Khalid pun mendatangi pohon ketiga. Ternyata di sana ada seorang perempuan Habasyi berambut terurai, meletakkan kedua tangannya di atas pundaknya, menggertakkan giginya, sementara di belakangnya berdiri seorang penjaga. Maka Khalid pun berkata:
“Kufur kepadamu, bukan kemuliaan bagimu. Sungguh aku melihat Allah telah menghinakanmu.”
Kemudian Khalid memukulnya hingga kepalanya terbelah dan berubah menjadi arang. Lalu ia menebang pohon itu dan membunuh penjaganya. Setelah itu ia kembali menemui Rasulullah ﷺ dan mengabarkan kepadanya. Maka beliau bersabda: “Itulah al-‘Uzzā, dan tidak ada lagi al-‘Uzzā bagi orang Arab setelah hari ini.”
Al-‘Uzzā merupakan berhala bagi penduduk Mekah di sebuah tempat yang dekat dengan Arafah. Ia berupa pohon yang dijadikan tempat penyembelihan kurban dan tempat berdoa.