Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 89
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 89 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok II ayat 6 Surah al-Fatihah (1) Kedua, petunjuk serta kemampuan untuk melaksanakan isi petunjuk. Ini tidak dapat dilakukan kecuali oleh Allah swt. Karena itu ditegaskannya bahwa, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk (walaupun) orang yang engkau cintai, tetapi Allah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya” (QS. al-Qashash [28]: 56). Thahir Ibn “Asyar membagi hidayah kepada empat tingkatan juga. Pertama, apa yang dinamainya ( 45 all) IS”t cat) ahguwd almubarrikah wa al-mudrikah yakni potensi penggerak dan tahu, Melalui potensi ini mengantar seseorang dapat memelihara wujudnya. Banyak hal yang dicakupnya, bermula dari naluri bayi menyusu, atau menangis ketika sakit, sampai kepada perasaan yang mengantarnya menyingkirkan bahaya dan ancaman, atau mendatangkan kemaslahatan dirinya berupa meminta makan dan minum, menggaruk kulit bila gatal, pejaman mata bila terganggu, bahkan sampai ke puncaknya yaitu mengambil kesimpulan yang bersifat aksioma sebagai hasil pengamatan akal. Ini hanya terbatas pada manusia yang mempetolehnya melalui pengetahuan yang bersifat indrawi. Kedua, adalah petunjuk yang berkaitan dengan dalil-dalil yang dapat membedakan antara yang hag dan batil, yang benar dan salah. Ini adalah hidayah pengetahuan teoritis. Ketiga, hidayah yang tidak dapat dijangkau oleh analisis dan aneka argumentasi akliah, atau yang bila diusahakan akan sangat memberatkan manusia. Hidayah ini dianugerahkan Allah swt. dengan mengutus para rasulNya serta menurunkan kitab-kitab-Nya dan inilah yang diisyaratkan oleh firman-Nya: “Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami” (OS. al-Anbiya” (21): 73). Keempat, yang merupakan puncak hidayah Allah swt. adalah yang mengantar kepada tersingkapnya hakikat-hakikat yang tertinggi, serta aneka rahasia yang membingungkan para pakar dan cendekiawan. Ini diperoleh melahu wahyu atau ilham yang shahih, atau limpahan kecerahan (tajalliyat) yang tercurah dari Allah swt. Apa yang diperoleh para nabipun dinamai oleh al-Yur'an hidayah sebagaimana firman-Nya: “Mereka itulah (para nabinabi yang disebut sebelum ini nama-namanya) adalah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka” (OS. al-An'am [6]: 90). Kata hidayah biasa dirangkaikan dengan huruf (Y!) 1/4/ mennju/ kepada dan biasa juga tidak dirangkaikan dengannya. Sementara ulama berpendapat bahwa bila ta disertai dengan kata 1/4 (menuju/ kepada) maka itu mengandung makna bahwa yang diberi petunjuk belum berada dalam jalan yang benar, sedang bila tidak menggunakan kata :/4, maka pada umumnya ini


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 89 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi