Juhr Dik

Kabar gembira yang kita dengar dari para pejuang, di mana sekitar 60 pasukan Israel yang sempat berfoto bersama di sebuah tempat bernama Juhr Dik kemudian dikirim ke neraka secara bersama juga, dengan 3 peledak yang ditanam oleh para pejuang dan rentetan senapan.

https://x.com/7usaini7/status/1731315392398659773?s=20

Ini hanya salah satu dari rangkaian kehebatan para pejuang dalam menghadapi kebuasan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Bagaimana cara membaca peristiwa ini secara militer dan kemenangan sebuah perjuangan dengan harga pengorbanan yang dengan gagah berani dibayar oleh para pejuang dan masyarakat Gaza.

Mayjen M. Ali Al Smadi, mantan komandan sekolah staf dan komando kerajaan Yordania juga seorang pakar militer menjelaskan untuk kita,

"Di awal saya harus menyampaikan bahwa jumlah yang syahid dalam 24 jam terakhir lebih dari 700 orang; berarti setiap jam ada 15 syahid, 35 terluka, 42 bom, 12 rumah hancur. Bisa jadi angka ini kita anggap besar. Seperti ungkapan di kita: yang mengalami tidak sama dengan yang menghitungnya.

Tapi semua ini tidak mempengaruhi mental para pejuang Islam. Taqdir umat ini adalah perjuangan. Kaum salib yang merupakan moyang para pembunuh ini dan para pendukungnya ketika dulu masuk Al Quds membunuh 70.000 orang.

Ini tidak mempengaruhi mental  para pejuang. Dengan pertolongan Allah, mereka mampu meneruskan perang.

Nampaknya ada perubahan serangan para pejuang. Pagi ini dengan menggunakan 3 peledak yang ditanam di tempat pasukan Israel berkumpul sejumlah sekitar 60 orang, peledak itu berhasil diledakkan yang menyebabkan sebagian langsung mati dan sisanya ditembaki oleh seorang pejuang. Sekarang di semua tempat terdapat pertempuran besar, khususnya di tengah Gaza.

Sudah 7 pekan serangan  udara dan darat, Israel tidak mampu menguasai Gaza Utara, mereka hanya berhasil memasukinya. Bukti yang paling gampang adalah hari ini dari Gaza utara dan tempat lain menembakkan roket-roketnya ke beberapa wilayah Israel; Bir saba', shafa, timur majin, roim, miftahim, sedirot, emitai, semuanya dihujani dengan roket Rujum 114. Apa artinya ini, artinya para pejuang masih bisa mengendalikan perang, menyebabkan kerugian di pihak lawan.

Jika kita membandingkan antara keuntungan dan kerugian, maka ia datang dari dua hal: Kekuatan bertahan para pejuang dan jumlah kerugian musuh. Jika kita bandingkan dua hal ini kita tahu siapa yang akan memenangkan perang ini. Dan saya yakin para pejuang kuat bertahan dalam rentang waktu lama.

Bacalah sejarah, gerakan perjuangan tidak akan kalah dan tidak akan hancur.

Pasukan Israel, pimpinan politik dan pimpinan militernya guncang. Mereka tidak akan memenangkan pertempuran. Karena mereka tidak akan sanggup bertempur dalam rentang waktu lama. Kalau bukan karena bantuan barat, Israel sudah kalah sejak pekan-pekan pertama perang. Analisa para pakar strategi dan militer serta bocoran informasi dari barat mengatakan bahwa Israel harus sudah mengakhiri perang sebelum Natal tahun ini.

Dalam keyakinan saya, mereka sudah tidak sanggup lagi melanjutkan setelah akhir tahun ini karena beberapa sebab:

Sampai sekarang mereka belum masuk ke wilayah padat penduduk, mereka hanya berada di wilayah yang terbuka. Belum memasuki tengah kota. Mereka menggunakan metode martil dalam menyerang. Dan metode ini sudah terbukti gagal, seperti gagalnya Uni Sovyet di Afghanistan. Sehingga mereka tidak akan mampu menghabisi Hamas. Amerika 20 tahun ada di Afghanistan dengan biaya 4 Trilyun US Dollar untuk melenyapkan Al Qaeda dan mereka gagal. Israel menyerang dengan sporadis. Menurut saya, mereka menggunakan pemikiran ISIS Israel. Barat menuduh Islam adalah ISIS dan Islam jelas tidak seperti itu. Justru yang melahirkan ISIS adalah Yahudi dan para pendukungnya. Media-media Arab harus sering menyuarakan bahwa yang punya pemikiran ISIS untuk membunuh, melanggar HAM dan mengabaikan kemanusiaan adalah Zionis pembunuh yang membunuh apa saja yang bernyawa.