Penerimaan mahasiswa baru tahun 2022 di Universitas Diponegoro sempat menjadi sorotan dengan hadirnya Pato Sayyaf, mahasiswa termuda berusia 14 tahun 6 bulan yang diterima di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) jurusan Fisika. Ia masuk dengan latar belakang yang tidak biasa, memadukan pendidikan formal dan jalur keagamaan yang telah ditempuh sejak usia dini.
Sejak kecil, Pato menunjukkan percepatan dalam belajar. Ia menamatkan pendidikan dasar pada usia 8 tahun 5 bulan, lalu fokus pada hafalan Al-Qur’an hingga mencapai 30 juz sebelum usia 9 tahun. Pendidikan pesantren di berbagai daerah seperti Semarang dan Bogor membentuk kedisiplinan dan ketahanan belajarnya, sementara pendidikan formal tetap ia tempuh melalui jalur Paket B dan Paket C.
Ketertarikannya pada teknologi mengantarkannya memilih jurusan Fisika di UNDIP. Di bangku kuliah, ia harus beradaptasi dengan lingkungan akademik yang mayoritas diisi mahasiswa dengan rentang usia lebih matang. Meski demikian, ritme belajar yang sudah terbentuk sejak kecil membuatnya mampu mengikuti bahkan melampaui tuntutan akademik yang ada.
Empat tahun berselang, Pato menuntaskan studi S1 Fisika dengan predikat cumlaude di usia 18 tahun. Capaian ini menegaskan bahwa percepatan usia yang dimilikinya berjalan seiring dengan kualitas akademik yang terjaga. Di tengah perkuliahan, ia juga tetap memperdalam bahasa Arab sebagai bagian dari persiapannya melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, sembari menjaga kedekatannya dengan Al-Qur’an