[TADABBUR HARIAN #47] : Al Baqarah ayat 3 : Makna Ghaib dalam Ayat ini Menurut Ulama Salaf

Al Baqarah ayat 3 : Makna Ghaib dalam Ayat ini Menurut Ulama Salaf

Kompilasi dan Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

وأما الغيب المراد هاهنا فقد اختلفت عبارات السلف فيه ، وكلها صحيحة ترجع إلى أن الجميع مراد .

Adapun Al Ghayb yang dimaksudkan dalam ayat ini, para ulama salaf memiliki ungkapan yang berbeda-beda, dan semuanya shahih jika merujuk kepada kesimpulan dari semua makna yang dimaksudkan.

قال أبو جعفر الرازي ، عن الربيع بن أنس ، عن أبي العالية ، في قوله : 

Abu Ja’far Ar Razi mengatakan, dari Robi’ ibn Anas, dari Abi Al ‘Aaliyah terkait firman Allah

( يؤمنون بالغيب )

قال : يؤمنون بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر ، وجنته وناره ولقائه ، ويؤمنون بالحياة بعد الموت وبالبعث ، فهذا غيب كله .

Beliau mengatakan : Beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatnya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan Hari Akhir, Surga dan Neraka, serta perjumpaan denganNya, juga kepada kehidupan setelah kematian dan hari berbangkit. Maka ini adalah maksud dari Al Ghayb secara keseluruhannya.

وكذا قال قتادة بن دعامة .

Hal yang sama juga dikatakan oleh Qotadah ibn Di’aamah

وقال السدي ، عن أبي مالك ، وعن أبي صالح ، عن ابن عباس ، وعن مرة الهمداني عن ابن مسعود ، وعن ناس من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم : أما الغيب فما غاب عن العباد من أمر الجنة ، وأمر النار ، وما ذكر في القرآن .

As Saddi mengatakan, dari Abu Maalik dari Abu Shaalih dari Ibnu Abbas. Dan juga dari Marrah Al Hamadaani dari Ibnu Mas’uud, dan dari sejumlah sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam : Yang dimaksud dengan Ghayb adalah apa yang tidak nampak oleh hamba-hamba Allah dalam perkara Surga, perkara neraka dan apa-apa yang disebutkan di dalam Al Quran.

وقال محمد بن إسحاق ، عن محمد بن أبي محمد ، عن عكرمة ، أو عن سعيد بن جبير ، عن ابن عباس : ( بالغيب ) قال : بما جاء منه ، يعني : من الله تعالى .

Muhammad ibn Ishaq mengatakan, dari Muhammad ibn Muhammad, dari Ikrimah atau dari Sa’id ibn Jabiir, dari Ibnu Abbas – radhiyallahu ‘anhu – bahwa makna Ghayb adalah pada apa yang datang dariNya, yakni dari Allah Ta’ala

وقال سفيان الثوري ، عن عاصم ، عن زر ، قال : الغيب : القرآن .

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, dari ‘Aashim dari Zuur, bahwa Al Ghayb adalah Al Quran

وقال عطاء بن أبي رباح : من آمن بالله فقد آمن بالغيب .

Atho’ ibn Abi Robbah mengatakan bahwa beriman kepada Allah berarti beriman kepada Yang Ghaib

وقال إسماعيل بن أبي خالد : ( يؤمنون بالغيب ) قال : بغيب الإسلام .

Isma’iil ibn Abi Khaalid mengatakan : Beriman kepada yang Ghaib adalah beriman setelah masa Islam (masa Rasulullah dan para sahabat) tidak kelihatan.

وقال زيد بن أسلم : ( الذين يؤمنون بالغيب ) قال : بالقدر . 

Zaid ibn Aslam mengatakan : “Yang beriman kepada yang Ghaib” adalah yang beriman kepada Qadr (ketetapan) Allah Ta’ala

فكل هذه متقاربة في معنى واحد ؛ لأن جميع هذه المذكورات من الغيب الذي يجب الإيمان به .

Semua pengertian itu berdekatan ke satu pengertian, dikarenakan keseluruhan pendefinisian Al Ghayb tersebut menunjukkan hal-hal yang wajib diimani. [Tafsir Al Quranul Azhiim li Ibni Katsiir]

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.