[BALAGHAH] Isti’aarah Makniyah



[BALAGHAH] Isti’aarah Makniyah

Artikel Isti’aarah Makniyah ini masuk dalam kategori Ilmu Balaghah

w

 Pengertian Isti’arah Makniyyah

هي ما حُذِفَ فيها المشَبَّهُ بهِ ورُمِزَ لهُ بشيء مِنْ لوازمه

Isti’arah makniyyah adalah kalimat yang musyabbah bihnya dibuang lalu disiratkan dengan sesuatu dari salah satu sifatnya.

Contoh:

غَرَّدَ الشاعر بِقَصِيْدَة

Artinya: Penyair itu berkicau (bernyanyi).

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Artinya: “Ia Berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku.” (QS. Maryam [19]: 4).

Pada contoh pertama, penyair diserupakan dengan burung karena sama-sama bernyanyi yang disiratkan dengan kata (غَرَّدَ) yang artinya berkicau. Sedang pada contoh kedua kata uban disamakan dengan api yang sama-sama menyala dan disiratkan dengan kata (اشْتَعَلَ).



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.