User Avatar
Maman Solihin
21 Mei 2026 08.50.36 WIB ·Kategori: Tidak Ada Kategori

45 ISTINBATH DARI HADITS "10 HARI DZULHIJJAH"

Oleh: Syekh Dr. Fadhl 'Abdullah Murad

«عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضي الله عنهما - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: "مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ" فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: "وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ"»

Dari Abdullah ibn Abbas رضي الله عنهما, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal shaleh pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh ini (sepuluh pertama Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali sedikit pun dari keduanya.”

Aku telah merenungi hadits shahih ini, lalu aku menarik 45 istinbath darinya dalam bidang fiqih, ushul fiqih, maqashid syariah, keutamaan amal, dan aqidah.

Sebagian ulama juga ada yang mengambil berbagai istinbath dari hadits ini, dan tidak diragukan lagi bahwa mungkin terdapat kesepakatan pada sebagian poin tersebut. Namun, inilah pemahaman yang tampak bagiku dari hadits ini, dan Allah lebih mengetahui.

1. Hadits ini menunjukkan bahwa keutamaan sepuluh hari tersebut mencakup hari raya Iduladha; karena amal shaleh pada hari itu termasuk yang paling dicintai Allah, sebab ia termasuk bagian terakhir dari sepuluh hari tersebut. Banyak manusia lalai dari hal ini.

2. Hadits ini menunjukkan bahwa sepuluh hari Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik di sisi Allah dalam hal amal shaleh.

3. Hadits ini menunjukkan adanya tingkatan keutamaan amal shaleh di sisi Allah, sebagaimana adanya tingkatan keutamaan hari-hari.

4. Amal shaleh menjadi lebih utama karena kemuliaan waktunya.

5. Seorang mukmin tidak sepatutnya lalai dari hari-hari ini, karena kecintaan seorang mukmin berkaitan dengan apa yang dicintai Allah. Terlebih lagi, amal pada hari-hari ini adalah amal yang paling dicintai-Nya dan tidak tertandingi.

6. Hadits ini menunjukkan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia menjadikan musim-musim ketaatan dan membuka berbagai kesempatan untuk mendekat kepada-Nya.

7. Hadits ini menunjukkan bahwa hari-hari sepuluh Dzulhijjah lebih utama untuk amal shaleh dibanding hari-hari Ramadan, sepuluh malam terakhir Ramadan, bahkan malam Lailatul Qadar. Adapun pendapat Ibn Taimiyah bahwa malam-malam sepuluh terakhir Ramadan lebih utama karena adanya Lailatul Qadar dianggap lemah menurut penulis, karena bertentangan dengan dalil yang tegas tentang keutamaan hari-hari sepuluh Dzulhijjah.

8. Keutamaan ini juga mencakup malam-malamnya, dan tidak ada dalil yang mengkhususkan keutamaan hanya pada siang hari. Sebab kata “hari” dalam bahasa Arab dapat mencakup siang dan malam.

9. Shalat fardhu pada hari-hari tersebut lebih dicintai Allah dibanding waktu lainnya.

10. Umrah pada sepuluh hari Dzulhijjah lebih utama daripada umrah di waktu lain.

11. Hadits ini menunjukkan bahwa Allah mencintai amal shaleh dan membenci kemaksiatan.

12. Hadits ini memberi peluang besar bagi orang yang berada di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, atau Masjid Al-Aqsha, karena pahala amal dilipatgandakan dengan sebab kemuliaan tempat dan waktu sekaligus.

13. Amal-amal sunnah pada hari-hari tersebut lebih utama dibanding hari lainnya.

14. Jihad di jalan Allah adalah amal paling utama, dan hal ini telah dipahami para sahabat, sehingga mereka bertanya: “Tidak juga jihad?”

15. Amal shaleh pada sepuluh hari Dzulhijjah lebih utama daripada jihad biasa.

16. Orang yang syahid di jalan Allah lebih utama di sisi Allah daripada amal shaleh lainnya, meskipun dilakukan pada sepuluh hari Dzulhijjah.

17. Jihad melawan musuh pada sepuluh hari Dzulhijjah, bila memenuhi syarat-syaratnya, menjadi amal paling utama, baik gugur sebagai syahid ataupun tidak.

18. Berjihad dengan jiwa dan harta merupakan bentuk jihad yang paling agung.

19. Puasa kafarat karena pelanggaran ihram atau puasa bagi orang yang tidak mampu menyembelih hadyu lebih utama dilakukan pada hari-hari tersebut.

20. Waktu-waktu tidaklah sama; ada waktu-waktu penuh berkah yang lebih utama dibanding lainnya.

21. Orang yang memiliki utang puasa Ramadan lalu mengqadhanya pada sepuluh hari ini, maka itu lebih dicintai Allah. Karena itulah Umar ibn al-Khaththab memberi fatwa demikian.

22. Hadits ini menetapkan sifat mahabbah (cinta) bagi Allah dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya.

23. Puasa Arafah memiliki dua keutamaan:

- Ia termasuk amal shaleh pada sepuluh hari Dzulhijjah.

- Ia menghapus dosa dua tahun.

24. Kemaksiatan pada hari-hari ini lebih besar keburukannya, karena Allah mengkhususkannya untuk amal-amal shaleh.

25. Dianjurkan memperbanyak dan memvariasikan amal shaleh pada hari-hari ini, baik yang wajib maupun sunnah, karena dengan memperbanyak dan memvariasikan amal maka bertambah pula keutamaannya.

26. Ada keistimewaan besar untuk memperbanyak zikir kepada Allah pada hari-hari ini berdasarkan hadits shahih: “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.”

27. Disyariatkan mengeraskan maupun merendahkan suara dalam takbir dan tahlil, baik sendiri maupun berjamaah pada hari-hari tersebut, karena itu termasuk amal shaleh.

28. Menyembelih hewan kurban pada hari Iduladha lebih utama daripada hari-hari tasyrik setelahnya, karena Iduladha termasuk bagian dari sepuluh hari tersebut.

29. Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat Id, takbir pada hari raya, menyambung silaturahim, serta memperhatikan orang miskin dan tetangga.

30. Berbuka bagi jamaah haji pada hari Arafah lebih utama dan lebih dicintai Allah daripada berpuasa, karena puasa dapat melemahkan mereka dalam menjalankan manasik.

31. Hadits ini menunjukkan agungnya kedudukan haji dan amalan-amalannya.

32. Hari Iduladha lebih utama dalam amal shaleh dibanding hari Idulfitri.

33. Jika beberapa amal utama bertemu dan saling bertabrakan waktunya, maka yang lebih didahulukan adalah kewajiban yang berkaitan dengan waktu tersebut.

34. Menyempurnakan manasik haji dan thawaf ifadhah pada hari raya lebih utama daripada menundanya.

35. Berkumpulnya berbagai ibadah dalam satu waktu melipatgandakan keutamaannya.

36. Dianjurkan mendorong manusia untuk memanfaatkan hari-hari mulia dan mengingatkan mereka tentangnya.

37. Bolehnya bertanya tentang sesuatu yang tampak bertentangan, sebagaimana para sahabat bertanya tentang perbandingan antara amal pada sepuluh hari Dzulhijjah dan jihad.

38. Kata “ما” penafian dan kata nakirah setelahnya menunjukkan makna umum dalam kaidah bahasa Arab.

39. Lafaz umum tetap berlaku umum kecuali yang dikecualikan.

40. Hadits ini menunjukkan besarnya maqashid syariat dalam menjaga jiwa.

41. Hadits ini memberikan solusi terhadap kesan pertentangan antara dalil-dalil.

42. Kata “amal” mencakup ucapan dan perbuatan.

43. Huruf “ال” pada bentuk mufrad menunjukkan makna umum.

44. Sedekah jariyah setelah kematian, seperti wakaf, menyebarkan ilmu, menulis, atau mengajarkan ilmu, termasuk amal yang paling dicintai Allah pada sepuluh hari tersebut.

45. Salah satu metode pendidikan terpenting adalah tanya jawab antara guru dan murid.

– Syekh Dr. Fadhl Abdullah Murad

- Sekretaris Jenderal Pembantu International Union of Muslim Scholars

- Profesor Fiqih dan Isu Kontemporer – Qatar